- Ketua Umum PP IKA Unhas Andi Amran Sulaiman resmi membuka turnamen AAS Cup II 2026 di Makassar pada 15 Mei.
- Sebanyak 24 tim IKA Fakultas dan Wilayah Universitas Hasanuddin bertanding selama tiga hari untuk mempererat solidaritas antar alumni.
- Turnamen yang menghadirkan tokoh nasional ini mempertandingkan berbagai kategori usia serta menyajikan laga eksebisi melawan legenda PSM Makassar.
SuaraSulsel.id - Semangat kebersamaan dan solidaritas alumni terasa kental dalam pembukaan Turnamen Mini Soccer AAS Cup II 2026 yang digelar di Lapangan Karsa Mini Soccer, Tamalanrea, Makassar, Jumat 15 Mei 2026.
Turnamen antar Ikatan Alumni (IKA) Fakultas dan IKA Wilayah Universitas Hasanuddin itu secara resmi dibuka Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman.
Ajang olahraga yang didukung Badan Otonom Olahraga IKA Unhas tersebut menjadi magnet berkumpulnya tokoh-tokoh besar alumni Unhas dari berbagai bidang.
Hadir dalam pembukaan di antaranya Rektor Unhas Jamaluddin Jompa, Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer sekaligus Ketua Panitia AAS Cup 2026 Chaerul Amir, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, hingga Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Turut hadir pula mantan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Anggota DPR RI Syamsu Rizal, serta mantan Bupati Bone yang juga Ketua IKA Sospol, Andi Fahsar Padjalangi.
Dalam sambutannya, Amran berharap turnamen ini menjadi ruang memperkuat hubungan antarsesama alumni Unhas lintas generasi.
“Kami harap turnamen ini makin memperkuat solidaritas kita sesama Alumni Unhas. Kami sangat bangga melihat antusias para senior-senior IKA Unhas yang ikut bertanding di turnamen ini,” ujar Amran.
Sementara itu, Chaerul Amir menjelaskan AAS Cup II 2026 mengusung tema “Silaturahmi di Lapangan Hijau untuk IKA Unhas yang Solid dan Kuat”.
Sebanyak 24 tim dari IKA Fakultas dan IKA Wilayah ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026.
Baca Juga: Persib Bandung Bawa Misi Wajib Menang di Markas PSM Makassar
“Turnamen ini terdiri dari tiga kategori usia, yakni di bawah 45 tahun, usia 46 sampai 55 tahun, dan usia 56 tahun ke atas. Selain trofi juara, juga ada uang pembinaan dan piala bergilir,” jelas Chaerul.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah. Perwakilan tiap tim alumni melakukan kirab mengelilingi lapangan dengan mengenakan jersey kebanggaan masing-masing. Suasana makin semarak dengan penampilan tarian khas Makassar dan atraksi sepak raga yang memukau penonton.
Usai seremoni pembukaan, Amran Sulaiman mengajak para ketua IKA Fakultas dan IKA Wilayah mengikuti adu penalti berhadiah uang tunai.
Keseruan berlanjut lewat laga friendly match antara legenda PSM Makassar melawan tim perwakilan IKA Fakultas Unhas. Pertandingan eksibisi itu turut mendapat hadiah langsung Rp100 juta dari Amran Sulaiman.
Dalam laga penuh nostalgia tersebut, tim IKA Fakultas Unhas sukses menaklukkan legenda PSM Makassar dengan skor tipis 1-0.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?