- Jumaria, buruh tani asal Kabupaten Maros, menjadi ikon global program haji internasional Makkah Route tahun 2026.
- Ia menabung sebagian upah hariannya selama dua puluh tahun untuk mewujudkan keinginan berangkat ibadah haji.
- Kisah kegigihan Jumaria diangkat sebagai simbol inspiratif dalam layanan jalur cepat keimigrasian haji bagi jemaah.
Ia juga tak memiliki anak dan telah lama berpisah dari suaminya.
Kisah Jumaria mulai dikenal luas setelah Ahmad Ihyaddin bertemu dengannya dalam kegiatan manasik haji.
Ada satu hal yang membuat Ahmad terkesan. Kedisiplinan dan kesungguhan perempuan tua itu.
Jika manasik dimulai pukul 08.00 pagi, Jumaria sudah hadir sejak satu jam sebelumnya. Bahkan terkadang ia pulang paling akhir.
"Kadang saya lihat dia datang paling cepat. Saya sempat tanya siapa yang antar dan jemput, ternyata keponakannya," tutur Ahmad.
Rasa penasaran membuat Ahmad kemudian mengunjungi rumah Jumaria. Di situlah ia melihat langsung kehidupan sederhana perempuan lansia tersebut.
Menurut Ahmad, kisah Jumaria sangat layak menjadi simbol dalam program Makkah Route. Ia melihat ada kekuatan iman yang besar di balik kehidupan sederhana perempuan itu.
"Saya melihat bagaimana seorang muslim di pelosok Maros begitu kuat keyakinannya. Rela menabung sedikit demi sedikit, tulus, hanya untuk bisa beribadah ke Tanah Suci," katanya.
Dari situlah nama Jumaria diusulkan kepada tim Makkah Route untuk dijadikan ikon program tahun ini. Usulan tersebut diterima.
Baca Juga: Pemkab Kolaka Sewa 6 Pesawat Wings Air 2,7 Miliar untuk Calon Haji 2026
Tim kemudian datang mengambil gambar dan merekam kesehariannya dalam bentuk film dokumenter singkat.
Program Makkah Route sendiri merupakan layanan fast track atau jalur cepat keimigrasian Arab Saudi bagi calon jemaah haji Indonesia.
Melalui program ini, proses pemeriksaan paspor, biometrik, hingga bea cukai diselesaikan di bandara keberangkatan di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu lagi antre panjang setibanya di Arab Saudi.
Di tengah ribuan calon jemaah lain, kisah Jumaria hadir sebagai pengingat bahwa perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu dimulai dari kehidupan berkecukupan.
Ada yang berangkat dengan tabungan miliaran. Ada pula yang memulai dari upah Rp100 ribu yang disisihkan sedikit demi sedikit selama puluhan tahun.
Kini, perempuan renta itu akhirnya menapakkan kaki di tanah yang selama ini hanya ia sebut dalam doa-doanya. Wajahnya tampak tenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
-
60 Ribu Calon Mahasiswa Lepas Kursi SNBP, Unhas Justru Catat Tren Positif
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
10 Koperasi Merah Putih di Kolaka Ingin Putus Rantai Tengkulak
-
Prabowo Tegaskan Peran Vital Petani-Nelayan, Kawasan Produktif Transmigrasi Siap Diperkuat