- Jemaah haji Indonesia wajib mengenakan gelang logam dan kartu identitas sebagai alat pelindung selama beribadah di Tanah Suci.
- Atribut identitas tersebut berfungsi mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan saat menjalankan ibadah.
- Asrama Haji Sudiang memproduksi 16.750 gelang berbahan baja tahan karat untuk 43 kelompok terbang pada musim haji tahun ini.
Informasi yang dicantumkan meliputi nama, nomor paspor, nomor kloter, nomor maktab, tahun keberangkatan, hingga kode embarkasi.
Salah satu pengrajin, Achmad Siddiq mengatakan bahwa proses pengerjaan dilakukan setiap hari oleh tim kecil yang terdiri dari tiga orang.
Pekerjaan dimulai sejak pagi hingga sore hari, dengan target produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan.
"Dalam sehari kami bisa menyelesaikan sekitar dua kloter, atau kurang lebih 700 sampai 800 gelang. Kalau maksimal, bisa mendekati 1.000 gelang," ujarnya.
Meski jumlah produksi cukup besar, Achmad menegaskan bahwa ketelitian tetap menjadi prioritas utama.
Setiap detail informasi harus tercetak dengan jelas dan tidak boleh mengalami kesalahan, karena akan berdampak pada proses identifikasi jemaah di lapangan.
Ia mengatakan tantangan utama bukan pada proses teknis, melainkan menjaga akurasi data.
Oleh karena itu, setiap gelang yang telah dicetak akan melalui tahap pengecekan ulang untuk memastikan tulisan tidak kabur atau buram, serta seluruh informasi dapat terbaca dengan baik.
Penggunaan bahan stainless steel juga memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan bahan lain seperti plastik atau karet.
Baca Juga: Saifuddin, Imam Tunanetra Menabung 20 Tahun Demi Naik Haji
Selain lebih kuat, bahan ini tidak mudah rusak meski digunakan dalam aktivitas padat dan kondisi cuaca ekstrem.
Dengan sistem identifikasi yang semakin tertata, penggunaan gelang dan kartu identitas diharapkan dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam aspek perlindungan jemaah.
Keberadaan identitas ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko, sekaligus memastikan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman hingga kembali ke tanah air.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi