Muhammad Yunus
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB
Jemaah haji memakai gelang identitas di Embarkasi Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Jemaah haji Indonesia wajib mengenakan gelang logam dan kartu identitas sebagai alat pelindung selama beribadah di Tanah Suci.
  • Atribut identitas tersebut berfungsi mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan saat menjalankan ibadah.
  • Asrama Haji Sudiang memproduksi 16.750 gelang berbahan baja tahan karat untuk 43 kelompok terbang pada musim haji tahun ini.

Informasi yang dicantumkan meliputi nama, nomor paspor, nomor kloter, nomor maktab, tahun keberangkatan, hingga kode embarkasi.

Salah satu pengrajin, Achmad Siddiq mengatakan bahwa proses pengerjaan dilakukan setiap hari oleh tim kecil yang terdiri dari tiga orang.

Pekerjaan dimulai sejak pagi hingga sore hari, dengan target produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan.

"Dalam sehari kami bisa menyelesaikan sekitar dua kloter, atau kurang lebih 700 sampai 800 gelang. Kalau maksimal, bisa mendekati 1.000 gelang," ujarnya.

Meski jumlah produksi cukup besar, Achmad menegaskan bahwa ketelitian tetap menjadi prioritas utama.

Setiap detail informasi harus tercetak dengan jelas dan tidak boleh mengalami kesalahan, karena akan berdampak pada proses identifikasi jemaah di lapangan.

Ia mengatakan tantangan utama bukan pada proses teknis, melainkan menjaga akurasi data.

Oleh karena itu, setiap gelang yang telah dicetak akan melalui tahap pengecekan ulang untuk memastikan tulisan tidak kabur atau buram, serta seluruh informasi dapat terbaca dengan baik.

Penggunaan bahan stainless steel juga memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan bahan lain seperti plastik atau karet.

Baca Juga: Saifuddin, Imam Tunanetra Menabung 20 Tahun Demi Naik Haji

Selain lebih kuat, bahan ini tidak mudah rusak meski digunakan dalam aktivitas padat dan kondisi cuaca ekstrem.

Dengan sistem identifikasi yang semakin tertata, penggunaan gelang dan kartu identitas diharapkan dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam aspek perlindungan jemaah.

Keberadaan identitas ini menjadi salah satu upaya preventif untuk meminimalkan risiko, sekaligus memastikan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman hingga kembali ke tanah air.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More