- Kapten Ashari Samadikun bersama tiga WNI lainnya disandera perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026.
- Kondisi logistik kapal MT Honour 25 dilaporkan menipis saat para sandera berada di bawah pengawasan perompak.
- Pemerintah Indonesia sedang melakukan negosiasi tingkat tinggi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan seluruh awak kapal.
SuaraSulsel.id - Sudah sembilan hari empat warga negara Indonesia (WNI) berada di bawah kendali perompak Somalia. Salah satunya adalah Kapten Kapal Tanker MT Honour 25, Ashari Samadikun, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Di tengah situasi penyanderaan, Ashari masih sempat menghubungi keluarganya di Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalasang. Dari percakapan singkat itu, ia mengabarkan logistik di atas kapal mulai menipis.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemprov Sulsel, Jayadi Nas mengatakan informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ashari kepada keluarganya.
"Dia sempat menelpon bapaknya. Yang disampaikan, logistik di kapal mulai berkurang karena seharusnya mereka sudah sampai tujuan," kata Jayadi usai bertemu keluarga korban, Rabu, 29 April 2026.
MT Honour 25 sendiri mengangkut minyak dari Oman menuju Somalia. Kapal tersebut diawaki 17 orang, dengan empat di antaranya merupakan WNI.
Dalam pelayaran keduanya di rute tersebut, kapal tidak lagi mendapat pengawalan keamanan seperti perjalanan sebelumnya. Kata Jayadi, kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat kapal rentan diserang.
Pada pelayaran pertama, kapal mendapat pengamanan sehingga perjalanan berlangsung lancar. Namun pada pelayaran kedua, tanpa pengawalan, kapal akhirnya dibajak di perairan Somalia.
"Karena sebelumnya aman, mereka menganggap perjalanan berikutnya juga aman. Ternyata di luar dugaan, mereka ditahan dan disandera," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulsel pun bergerak cepat. Atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Jayadi langsung menemui keluarga Ashari untuk memastikan kondisi terkini sekaligus memberikan dukungan.
Ia menyebut, hingga kini kondisi para awak kapal, termasuk Ashari, masih dalam keadaan baik. Namun, komunikasi hanya bisa dilakukan satu arah, bergantung pada kesempatan yang diberikan oleh pihak perompak.
"Kita tidak bisa menelpon ke sana. Jadi menunggu mereka yang menghubungi," katanya.
Dalam situasi tersebut, Ashari dan seluruh kru memilih mengikuti instruksi para perompak demi menjaga keselamatan. Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan.
Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan. Jayadi mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang kemudian menghubungkan langsung keluarga dengan pihak kementerian terkait melalui sambungan video.
Upaya diplomasi kini terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Proses negosiasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari perusahaan pemilik kapal, otoritas di Somalia, hingga negara-negara asal awak kapal lainnya.
"Ini butuh negosiasi tingkat tinggi dan harus sangat hati-hati. Yang utama adalah keselamatan seluruh awak," ujar Jayadi.
Di tengah ketidakpastian, keluarga Ashari hanya bisa berharap banyak terhadap pemerintah.
Istrinya, Santi Sanaya menceritakan detik-detik saat suaminya berhadapan dengan perompak. Dalam kondisi genting, Ashari sempat menyapa para pelaku dengan salam.
"Dia bilang, ‘Assalamualaikum, jangan tembak saya, saya muslim’. Lalu mereka jawab, ‘kamu muslim? saya juga muslim’," kata Santi.
Kabar pembajakan ini pertama kali diterima keluarga melalui pesan suara yang dikirim langsung oleh Ashari kepada Santi. Pesan itu dikirimkan pada Selasa malam, 21 April 2026, sekitar pukul 19.30 Wita. Ashari memberi tahu bahwa kapal yang dipimpinnya tengah diserang perompak.
"Suami saya kirim voice note, bilang kalau kapalnya diserang bajak laut. Di saat itu juga saya langsung coba hubungi kembali, HP-nya masih aktif tapi sudah tidak dibalas," ungkap Santi.
Beberapa jam setelah pesan tersebut, komunikasi antara keduanya terputus total. Santi mengaku tidak lagi dapat menghubungi suaminya.
Hingga akhirnya kembali terhubung melalui panggilan video pada Jumat malam 24 April 2026 menggunakan fasilitas komunikasi yang tersedia di kapal.
Dalam percakapan tersebut, Santi menyaksikan langsung kondisi suaminya yang berada di bawah pengawasan ketat para perompak.
Meski tidak dalam kondisi disekap secara fisik, Ashari terlihat dikelilingi oleh pelaku yang membawa senjata.
"Tidak seperti disekap, tapi memang dikelilingi perompak. Senjata juga ada di sekitar mereka. Alhamdulillah kondisi suami saya sehat," jelasnya.
Para perompak disebut meminta tebusan uang. Hingga kini, proses negosiasi terkait tuntutan tersebut masih berlangsung.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan sejak 22 April 2026.
"KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia," ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya tersebut melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, hingga pihak-pihak terkait lainnya guna memastikan keselamatan seluruh awak kapal.
"Kami terus memantau perkembangan situasi secara saksama," kata Heni.
Berdasarkan data sementara, selain empat WNI, kapal tersebut juga membawa 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Terusan Panama Mengancam Lumpuh Berbulan-bulan, Bukan karena Perang Tapi...
-
Kemensos Siagakan Logistik dan Tagana Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Tas-Jaket Garut Laris Manis di Malaysia, Bisnis Logistik Ikut Kecipratan
-
Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah
-
Dwelling Time Bikin Biaya Logistik Bengkak, Anak Buah Purbaya Bakal Andalkan PLB
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8