- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan siswa Sekolah Rakyat memerlukan waktu adaptasi untuk membentuk karakter dan kedisiplinan secara bertahap.
- Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat hingga mencapai 300 ribu peserta didik di seluruh Indonesia pada 2028.
- Pembangunan infrastruktur sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan sedang dikebut untuk selesai dan beroperasi pada Juli 2026 mendatang.
SuaraSulsel.id - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf mengungkap proses pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa di Sekolah Rakyat (SR) membutuhkan waktu.
Hal ini terutama terlihat pada masa-masa awal pembelajaran, ketika para siswa masih beradaptasi dengan lingkungan dan pola hidup baru.
Menurutnya, dalam sembilan bulan terakhir pelaksanaan Sekolah Rakyat, masa adaptasi menjadi fase penting, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar.
"Di awal termasuk saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), butuh waktu sekitar dua minggu sampai satu bulan untuk beradaptasi. Bukan hanya siswa, tapi juga guru-gurunya," ujar Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat 26 di Makassar, Sabtu, 18 April 2026.
Namun, seiring berjalannya waktu, proses penyesuaian tersebut mulai menunjukkan hasil. Memasuki bulan kedua dan ketiga, siswa dan guru mulai menemukan ritme pembelajaran yang lebih stabil.
Bahkan, pada bulan-bulan berikutnya, aktivitas belajar dinilai telah berjalan dengan baik.
"Mulai terlihat kedisiplinan siswa. Mereka terbiasa bangun pagi, mengikuti jadwal yang cukup padat sampai malam hari. Itu memang tidak instan, perlu proses," jelas Gus Ipul, sapaannya.
Ia mengungkapkan, pola pembelajaran di Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Selain mengikuti mata pelajaran umum, siswa juga dibiasakan dengan sistem pembelajaran berbasis digital melalui Learning Management System serta pendampingan oleh wali asuh.
Menurutnya, pendekatan ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Baca Juga: Jufri Rahman Tekankan Nilai Lokal dalam Pembangunan Sekolah Rakyat
"Kita ingin mereka punya karakter sebagai pribadi yang beriman, punya hubungan yang baik dengan Tuhan, tapi juga mencintai sesama dan ilmu pengetahuan," ujarnya.
Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga paling rentan secara ekonomi. Sebagian di antaranya bahkan berasal dari latar belakang putus sekolah atau pernah hidup di jalanan.
"Mereka ini anak-anak Indonesia yang harus kita siapkan untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa. Pada dasarnya mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan, baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, maupun Indonesia," katanya.
Program Sekolah Rakyat sendiri terus mengalami pengembangan.
Jika pada tahun sebelumnya jumlah siswa mencapai sekitar 16 ribu, maka pada tahun ini pemerintah menargetkan tambahan lebih dari 30 ribu siswa.
"Kalau tahun ini alokasi bisa 30 ribu, maka totalnya bisa lebih dari 46 ribu siswa Sekolah Rakyat," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan