- Kementerian ESDM meminta warga Kota Tomohon mewaspadai gas beracun serta erupsi freatik Gunung Lokon yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
- Badan Geologi menetapkan status Gunung Lokon pada Level II Waspada berdasarkan periode pemantauan aktivitas seismik tanggal 16–31 Maret 2026.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah serta diminta mewaspadai potensi lahar di alur sungai saat hujan.
SuaraSulsel.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai potensi bahaya Gunung Lokon yang berlokasi di wilayah setempat.
"Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik (erupsi yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal) secara tiba tiba," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Lokon yang diterima di Manado, Sabtu (18/4).
Dalam laporan aktivitas periode 16-31 Maret 2026, disebutkan masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim hujan atau terjadinya hujan deras di puncak dengan durasi lama.
Kegempaan Gunung Lokon selama periode 16 - 31 Maret 2026, terekam sebanyak 42 kali gempa embusan, satu kali tremor non- harmonik, 43 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal dan 61 kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah.
Kegempaan Gunung Lokon pada periode tersebut didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.
Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Maret 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Beberapa rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki, di antaranya tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Tompaluan (pusat aktivitas) Gunung Lokon.
Baca Juga: Sulut Diguncang Gempa M 7,6: Pasukan Kodam XIII/Merdeka Langsung Gempur Lokasi Terdampak
Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
Selanjutnya, mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama pada musim hujan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Kapan Bantuan Tunai untuk Warga Sulsel Cair? Ini Penjelasan Mensos
-
Bupati Barru: Bibit Nanas Rp60 Miliar Tak Pernah Dibahas DPRD
-
Diskominfo SP Sulsel Sinergi BMKG Beri Informasi Cuaca yang Lebih Akurat dan Cepat
-
Pertamax Turbo Tembus Rp19 Ribu, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Sulsel
-
Kepala Rutan Kendari Resmi Dinonaktifkan Imbas Napi Koruptor Nongkrong di Kafe