- Enam wilayah di Kota Makassar diantisipasi mengalami kekeringan ekstrem dan krisis air bersih pada puncak musim kemarau 2026.
- Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor, sistem shelter, serta distribusi air bersih bagi warga.
- BPBD mendorong penetapan status tanggap darurat guna mempercepat bantuan dan meminimalkan dampak kekeringan serta risiko kebakaran yang meningkat.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang mengatakan pihaknya fokus pada dua ancaman utama, yakni potensi kebakaran dan kekeringan.
"Di musim kering ini kami bentuk posko khusus. Dua hal yang menjadi perhatian utama adalah bahaya kebakaran dan krisis air bersih," ujarnya.
Damkar saat ini mengaktifkan tujuh posko yang tersebar di berbagai wilayah. Terdiri dari satu posko induk di Jalan Ratulangi dan enam posko lainnya di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala.
Sebanyak sekitar 60 unit armada disiagakan untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat, baik dalam penanganan kebakaran maupun distribusi air bersih.
"Kami juga akan membantu penyaluran air bersih untuk mendukung layanan PDAM, meski tetap ada armada yang standby untuk penanganan kebakaran," jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kosong yang dipenuhi rumput kering.
"Rumput kering sangat mudah terbakar. Puntung rokok atau sampah yang dibakar bisa menjadi pemicu," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memastikan seluruh organisasi perangkat daerah telah diinstruksikan untuk bersiaga menghadapi potensi kekeringan.
Pemerintah kota menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan air bersih oleh PDAM hingga pembangunan sumur bor di wilayah rawan.
Baca Juga: Besok Warga di Makassar Akan Turun ke Jalan Bela Jusuf Kalla, Ini Titik Aksinya
Selain itu, skenario distribusi air cadangan juga disusun untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kita pastikan suplai air tetap terjaga dan menjangkau seluruh masyarakat, terutama di wilayah terdampak," tegasnya.
Pemkot Makassar juga membuka peluang penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan, yang akan diaktifkan setelah status tanggap darurat ditetapkan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, termasuk akibat korsleting listrik maupun penggunaan kompor, serta menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit selama musim kemarau.
"Kedisiplinan masyarakat sangat penting agar dampak kekeringan ini bisa diminimalkan," sebut Munafri.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Peringatan Keras Rektor Unhas Bagi 1.128 Pengawas UTBK: Sanksi Tanpa Toleransi
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 2026-2030? Begini Persiapan Panitia
-
Siaga! Enam Kecamatan di Kota Makassar Rawan Kekeringan Hingga Oktober 2026
-
Besok Warga di Makassar Akan Turun ke Jalan Bela Jusuf Kalla, Ini Titik Aksinya
-
Puluhan Ribu Kasus, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Campak yang Mudah Menular