Muhammad Yunus
Selasa, 14 April 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi: vaksin campak [Suara.com/ANTARA FOTO]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan 1.304 suspek campak dengan 169 kasus terkonfirmasi positif di berbagai wilayah provinsi tersebut.
  • Empat daerah yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar telah resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa penyakit campak.
  • Pemerintah menanggulangi penyebaran virus melalui penyediaan layanan imunisasi gratis serta mengintensifkan skrining kesehatan hingga ke tingkat dusun.

Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh antara lain kurang tidur, jarang minum air putih, dan pola makan tidak teratur.

Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus.

7. Penularan Terjadi Melalui Droplet

Virus campak menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin.

Karena itu, penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang padat.

8. Anak yang Belum Imunisasi Paling Rentan

Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak tidak memiliki kekebalan terhadap virus.

Akibatnya, ketika virus masuk ke tubuh, sistem imun tidak mampu melawan infeksi secara optimal.

9. Bulukumba Catat 378 Kasus Suspek

Baca Juga: Bukan Cuma Anak-anak, Orang Dewasa Ternyata Bisa Kena Campak! Ini Penyebab Utamanya

Di Kabupaten Bulukumba sendiri tercatat 378 kasus suspek campak. Namun belum semuanya dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

10. Puluhan Kasus Sudah Dinyatakan Positif

Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang telah keluar 37 sampel dinyatakan positif. 9 sampel negatif, dan sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan

11. Imunisasi Gratis Disiapkan di Puskesmas

Untuk menekan penyebaran, pemerintah menyediakan imunisasi campak secara gratis di seluruh puskesmas.

Program imunisasi tambahan juga dilakukan melalui outbreak response immunization di wilayah terdampak.

Load More