- Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan 1.304 suspek campak dengan 169 kasus terkonfirmasi positif di berbagai wilayah provinsi tersebut.
- Empat daerah yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar telah resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa penyakit campak.
- Pemerintah menanggulangi penyebaran virus melalui penyediaan layanan imunisasi gratis serta mengintensifkan skrining kesehatan hingga ke tingkat dusun.
SuaraSulsel.id - Kasus campak di Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena penyebaran penyakit menular ini terus meningkat di sejumlah daerah.
Data terbaru menunjukkan ribuan kasus suspek campak telah ditemukan, bahkan beberapa wilayah sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berikut 12 fakta penting terkait peningkatan kasus campak di Sulsel yang perlu diketahui masyarakat.
1. Kasus Suspek Campak di Sulsel Tembus 1.304
Secara keseluruhan, jumlah suspek campak di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 1.304 kasus.
Dari jumlah tersebut, 169 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
2. Empat Daerah Resmi Berstatus KLB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr. Evi Mustikawati Arifin menyebutkan ada empat daerah yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar.
3. Tiga Daerah Lain Mulai Mencatat Kasus
Selain wilayah KLB, beberapa daerah lain juga mulai mencatat peningkatan kasus campak, yakni Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur
Baca Juga: Bukan Cuma Anak-anak, Orang Dewasa Ternyata Bisa Kena Campak! Ini Penyebab Utamanya
Namun ketiganya belum masuk kategori KLB.
4. Campak Tidak Hanya Menyerang Anak
Campak sering dianggap hanya menyerang bayi atau anak-anak. Padahal, penyakit ini juga bisa menjangkiti orang dewasa, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
5. Begadang Bisa Memicu Risiko Tertular
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. Muhammad Amrullah mengingatkan bahwa kebiasaan sering begadang dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga virus campak lebih mudah menginfeksi.
6. Pola Hidup Tidak Sehat Mempercepat Penularan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Enam Pelaku Perundungan Siswi Tana Toraja Ditangkap
-
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
-
Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Provinsi Terbaik 1 Creative Financing
-
Hati-hati Jempolmu! 109 Warga Sultra Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos
-
Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar