- Seorang gadis asal Lampung bernama Santi mencoba melamar kekasihnya, Alda, di Kabupaten Sinjai pada April 2026.
- Santi menyamar sebagai pria dengan nama samaran untuk menjalin hubungan jarak jauh melalui media sosial sebelumnya.
- Identitas asli Santi terbongkar oleh aparat desa setelah pihak keluarga curiga terhadap gerak-gerik dan mahar tinggi.
Ia kemudian mengurungkan niatnya dan memilih meninggalkan lokasi bersama rekannya yang saat itu masih mempertahankan penyamaran.
Namun, sikap kedua tamu tersebut justru menimbulkan kecurigaan di kalangan warga. Perawakan dan gerak-gerik mereka dinilai tidak lazim, hingga akhirnya dilaporkan kepada aparat desa.
Kepala Desa Biji Nangka, Abdul Rauf mengatakan pihaknya kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan identitas keduanya.
"Kami curiga, lalu kami hubungi keluarga mereka di Lampung. Dari situ diketahui bahwa keduanya adalah perempuan," ujarnya.
Setelah identitas asli terungkap, Santi dan Sintia diamankan oleh aparat desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keduanya sempat ditempatkan di rumah warga sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.
"Kami tidak langsung mempertemukan mereka dengan keluarga Alda. Kami jelaskan dulu bahwa mereka bukan laki-laki," kata Abdul Rauf.
Kunjungan dua remaja tersebut baru dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga Alda kepada kepala dusun pada Jumat, 10 April 2026.
Aparat desa kemudian bergerak mencari keberadaan Santi dan rekannya hingga akhirnya ditemukan.
Polisi yang menerima laporan segera mengambil alih penanganan kasus tersebut.
Baca Juga: Dukun Viral Lakukan Gerakan Seperti Salat Dipanggil Polisi, Baca Mantra Tak Pantas
Kedua remaja itu kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Sinjai Borong sebelum dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sinjai.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa Santi nekat menyamar sebagai pria demi mempertahankan hubungannya dengan Alda. Selama berkomunikasi melalui media sosial, identitas aslinya tidak pernah terungkap.
Rencana pernikahan pun akhirnya batal. Selain karena ketidakmampuan memenuhi mahar, terbongkarnya identitas Santi menjadi alasan utama gagalnya lamaran tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat akan risiko perkenalan melalui media sosial, terutama bagi remaja. Identitas yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman hingga berujung pada situasi yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, peristiwa ini juga membuka perhatian akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak yang masih di bawah umur seperti Alda, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang