- BMKG memprediksi wilayah NTB akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 6 sampai 12 April 2026.
- Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan melanda seluruh wilayah NTB selama periode sepekan tersebut berlangsung.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan genangan serta gangguan aktivitas harian.
SuaraSulsel.id - Jangan simpan payung dan jas hujan Anda dulu. Meskipun kalender menunjukkan Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki awal musim kemarau, namun alam berkata lain.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur pada periode 6 hingga 12 April 2026.
"Kondisi umum cuaca cerah berawan hingga hujan dengan intensitas bervariasi selama sepekan ke depan," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Nur Siti Zulaichah, melansir Antara, Senin, 6 April 2026.
Pada 6 hingga 8 April 2026, diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah mulai dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Fenomena hujan tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Sedangkan periode 9 sampai 12 April, kata Nur Siti Zulaichah, intensitas hujan cenderung menurun menjadi ringan hingga sedang dan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah NTB.
BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan angin permukaan bertiup dominan dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 30 kilometer per jam.
"Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang," ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat, serta mengantisipasi dampak yang ditimbulkan berupa genangan air hingga gangguan aktivitas harian.
Berita Terkait
-
Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
BRI Tekan Cost of Fund lewat Penguatan Dana Murah di Bawah Supervisi Danantara
-
54 Ribu Ibu Hamil Akan Pecahkan Rekor MURI di Perayaan HUT Dekranas
-
Bareskrim Polri Tolak Tangani Laporan Bupati Gowa Husniah Talenrang
-
Persaingan Appi vs IAS Memanas! Bahlil Akan Buka Musda Golkar Sulsel
-
Indonesia Impor Perdana Babi Asal Denmark