- Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Sulsel selama Operasi Ketupat Pallawa 2026 menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Data sementara 13–21 Maret 2026 mencatat 11 meninggal dunia, sementara arus balik terpantau lancar meskipun ada kepadatan di jalur tertentu.
- BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Sulsel hingga 26 Maret.
SuaraSulsel.id - Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026 menunjukkan tren penurunan.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun sejak 13 hingga 21 Maret 2026, tercatat sebanyak 184 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah ini.
Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 1,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 186 kasus.
Penurunan yang lebih signifikan terlihat pada angka korban meninggal dunia.
Dari total kecelakaan tersebut, tercatat 11 orang meninggal dunia, turun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 orang.
Sementara itu, korban luka berat tercatat sebanyak 12 orang dan korban luka ringan mencapai 248 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan masih dapat berubah seiring berjalannya operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
"Ini masih data sementara. Kita berharap angka ini tidak bertambah hingga akhir pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026," ujar Didik, Senin, 23 Maret 2026.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Gubernur Sulsel Tiadakan 'Open House' Lebaran 2026
Di sisi lain, kondisi arus balik di wilayah Sulawesi Selatan hingga awal pekan ini terpantau relatif lancar.
Meski demikian, kepadatan kendaraan masih terjadi di beberapa titik tertentu.
Beberapa ruas jalan yang mengalami kepadatan di antaranya jalur Makassar-Maros serta jalur Makassar melalui Barombong menuju Kabupaten Takalar.
Kepadatan tersebut dipicu oleh kondisi jalan yang relatif sempit serta meningkatnya aktivitas masyarakat pasca-Lebaran.
Didik menjelaskan, sebagian masyarakat memilih melakukan silaturahmi setelah hari kedua Idulfitri, sehingga arus kendaraan masih cukup tinggi di sejumlah jalur utama.
"Kami melihat pergerakan masyarakat masih cukup tinggi karena banyak yang baru bersilaturahmi setelah hari kedua Lebaran," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Harga Tiket Bantimurung Naik Jadi Rp40 Ribu
-
Hangatnya Silaturahmi Idulfitri: Appi-Danny Bahas Sinergi Pembangunan Makassar
-
Momen Idulfitri: Wali Kota Makassar Minta Wejangan Khusus JK untuk Masa Depan Kota
-
Arus Mudik 2026 di Sulsel: 11 Orang Meninggal Dunia
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir