- Wamen PKP Fahri Hamzah mendorong gerakan Indonesia ASRI di Makassar untuk permukiman aman, sehat, resik, dan indah.
- Fokus utama program ini meliputi peningkatan keamanan lingkungan, perbaikan sanitasi, dan penghentian praktik buang air besar sembarangan.
- Kementerian PKP mengalokasikan dana besar untuk renovasi rumah, sambil menghormati kearifan lokal serta menyiapkan pasar hunian sewa terjangkau.
"Secara global ada sekitar 115 ribu balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia dan diare. Sekitar 60 persen kematian akibat diare berkaitan dengan rendahnya akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan," kata Wildan.
Selain berdampak pada kesehatan, sanitasi yang buruk juga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak kecil.
Secara global, kerugian akibat layanan air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai diperkirakan mencapai 260 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahun.
Sementara di Indonesia, kerugian akibat masalah tersebut mencapai sekitar 23 miliar dolar AS atau setara 2,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Kerugian itu muncul dari meningkatnya biaya pengobatan serta berkurangnya produktivitas kerja akibat penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk.
Dalam kesempatan tersebut, Fahri juga menyinggung program renovasi rumah yang tengah dijalankan Kementerian PKP, termasuk gagasan "gentengnisasi" yang mendorong penggunaan atap genteng pada rumah-rumah masyarakat.
Menurutnya, penggunaan genteng merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah lama dikenal di Indonesia. Namun, ia menekankan penerapan konsep tersebut tidak bisa dilakukan secara seragam di seluruh wilayah.
"Genteng itu bagian dari local wisdom kita, tapi memang prasyaratnya tiang rumah harus cukup kokoh. Sekarang banyak rumah menggunakan atap yang lebih ringan seperti galvalum," jelasnya.
Fahri menegaskan pemerintah tetap menghormati karakteristik budaya dan bentuk hunian di setiap daerah.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Iran, Asalkan...
"Rumah di Indonesia tidak bisa diseragamkan. Di Papua misalnya ada rumah honai, itu bagian dari kearifan lokal masyarakatnya. Tidak mungkin tiba-tiba diganti dengan genteng," ujarnya.
Menurut Fahri, program perbaikan rumah lebih ditujukan bagi masyarakat yang terpaksa tinggal di hunian tidak layak karena keterbatasan ekonomi.
Tahun ini, Kementerian PKP mengalokasikan anggaran hampir Rp9 triliun untuk renovasi rumah di seluruh Indonesia. Program tersebut ditargetkan mampu memperbaiki hampir setengah juta rumah.
"Bahkan kami sedang mengusulkan agar jumlahnya bisa ditambah menjadi satu juta rumah yang direnovasi tahun ini," kata Fahri.
Selain persoalan rumah layak huni, Fahri juga menanggapi fenomena generasi muda yang kini lebih memilih menyewa rumah dibandingkan membeli.
Menurutnya, tren tersebut merupakan fenomena umum di kota-kota besar di berbagai negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika
-
Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan