- Kasat Narkoba Polres Toraja Utara dan Kanitnya akan disidang etik pada 5 Maret 2026 di Polda Sulsel.
- Dugaan penyalahgunaan kewenangan muncul dari pemeriksaan bandar narkoba dengan barang bukti 100 gram sabu.
- Kedua oknum diduga menerima setoran rutin mingguan hingga Rp13 juta dari peredaran narkoba sejak September 2025.
Dugaan inilah yang kini menjadi fokus pendalaman penyidik internal maupun penyidik pidana.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan bahwa AKP Arifan dan Aiptu Nasrul sempat ditahan di Paminal Polda Sulsel selama lima hari. Terhitung sejak 18 hingga 20 Februari 2026.
Kemudian, lanjut Djuhandani, diperpanjang lagi selama tiga hari sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Djuhandhani, mekanisme pemeriksaan di Paminal memiliki batas waktu penahanan awal. Jika dalam proses tersebut ditemukan indikasi kuat pelanggaran kode etik, maka penanganan dapat diperpanjang dan dilanjutkan ke tahapan sidang etik.
"Prosesnya panjang. Pemeriksaan di Paminal kita hanya punya waktu menahan lima hari. Setelah itu, apabila kita mendapatkan bukti pelanggaran kode etik, kemudian diperpanjang oleh Waprof atau etika," ujarnya.
Setelah masa pemeriksaan awal, AKP Arifan dikembalikan ke satuannya. Meski demikian, Kapolda menegaskan proses pemeriksaan belum berhenti.
"Sampai saat ini masih berjalan dan masih dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan," kata Djuhandhani.
Ia mengakui bahwa secara pembuktian belum ada kesimpulan final. Namun, sejumlah petunjuk telah diperoleh dan tengah didalami secara komprehensif untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin maupun tindak pidana.
Di sisi lain, proses pidana juga berjalan paralel dengan pemeriksaan etik internal.
Baca Juga: Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan pidana terhadap mantan Kasat Narkoba Polres Toraja Utara itu tidak akan terhenti hanya karena proses etik berlangsung.
"Untuk kasus yang di Tana Toraja sama. Itu proses hukumnya (pidananya) akan terus berjalan dan sekarang masih dalam proses," ujar Isir kepada media di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menambahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berulang kali menegaskan komitmen institusi untuk tidak memberi ruang toleransi bagi anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Apalagi jika sampai membekingi peredaran barang haram tersebut.
"Bapak Kapolri sudah berulang kali dalam berbagai kesempatan menyampaikan komitmen untuk menindak tegas seluruh anggota yang terlibat narkoba," katanya.
Isir menegaskan tidak akan ada perlakuan istimewa ataupun impunitas bagi anggota yang terbukti bermain dalam jaringan peredaran narkotika.
"Yang membekingi akan dilakukan tindakan tegas. Tidak ada toleransi dan tidak ada perlakuan istimewa," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat