Muhammad Yunus
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:44 WIB
Kondisi korban perempuan yang diduga dibakar kekasihnya di kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Perempuan berinisial HA di Makassar mengalami luka bakar serius pada 22 Februari 2026, diduga akibat penganiayaan kekasihnya, AG.
  • Peristiwa terjadi di tempat kerja korban, Laundry Alipsum, setelah diduga terjadi pertengkaran karena kecemburuan dan perselingkuhan.
  • Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Manggala pada 23 Februari 2026, mendesak penyelidikan dugaan tindak pidana berat.

Dalam keterangannya, pelaku mengatakan bahwa korban membakar dirinya sendiri dalam kondisi emosi. Setelah memergoki dirinya bersama perempuan lain.

Namun, keluarga korban membantah dalih tersebut dan telah melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polsek Manggala pada 23 Februari 2026.

Kuasa hukum korban, Arsyandi mengungkapkan, kakak korban menemukan bukti percakapan dalam ponsel HA. Percakapan tersebut diduga memuat permintaan sejumlah uang kepada terduga pelaku untuk membeli obat penggugur kandungan dan nanas.

Ponsel korban kini telah diamankan penyidik sebagai barang bukti digital untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Jika motifnya cemburu dan korban dalam kondisi hamil, maka ada dugaan rangkaian tindak pidana lain sebelum peristiwa utama. Ini wajib diusut, bukan hanya asumsi," tegas Arsyandi.

Ia juga menyebut terdapat dugaan tindak pidana berat. Termasuk kemungkinan pembunuhan berencana yang perlu didalami aparat penegak hukum berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan.

Keluarga korban mendesak kepolisian bergerak cepat dan transparan dalam mengusut kasus tersebut.

Mengingat korban masih dalam kondisi kritis, pembuktian sementara sangat bergantung pada alat bukti objektif, termasuk rekaman digital, keterangan saksi di lokasi, hasil visum, serta pemeriksaan forensik.

Sementara itu, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan yang dikonfirmasi terkait laporan tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Baca Juga: Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar

Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapat respons.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More