- Bripda Dirja Pratama (19) dari Polda Sulsel meninggal setelah dianiaya sesama polisi di asrama Makassar usai salat Subuh.
- Polda Sulsel menetapkan Bripda P, senior korban, sebagai tersangka utama berdasarkan bukti dan pemeriksaan medis.
- Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan anggota lain dan akan memproses pidana serta kode etik terkait kasus ini.
Djuhandhani memastikan institusinya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terbukti melanggar hukum.
"Kami tidak memberikan kompromi ataupun kebijakan bagi anggota yang melanggar, baik itu aturan, pidana, disiplin, maupun etika. Semua akan kita tegakkan," ujarnya.
Polisi awalnya menerima laporan bahwa korban meninggal akibat membentur-benturkan kepalanya sendiri.
Namun, penyidik tidak serta-merta menerima informasi tersebut dan langsung melakukan pendalaman.
Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, korban ternyata dianiaya.
"Laporan awal yang kami terima seperti itu. Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami langsung mengecek kebenaran tersebut," katanya.
Hasil pemeriksaan medis oleh Biddokkes Polda Sulsel juga menemukan adanya sejumlah luka lebam di tubuh korban.
Temuan itu menguatkan dugaan bahwa telah terjadi tindak penganiayaan.
"Secara scientific kami buktikan bahwa keterangan yang menyebut korban membentur-benturkan kepala itu tidak benar. Kami bisa membuktikan telah terjadi penganiayaan terhadap korban," jelas Djuhandani.
Baca Juga: 12 Fakta Kematian Bripda Dirja Pratama
Menurutnl Djuhandani, keterangan tersangka Bripda P memiliki persesuaian dengan hasil pemeriksaan medis.
Dugaan kekerasan dilakukan dengan cara memukul di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya.
"Dari keterangan tersangka yang dihubungkan dengan hasil pemeriksaan Biddokkes, ada persesuaian. Cara memukul di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya itu sudah sinkron," ungkapnya.
Meski telah menetapkan satu tersangka, penyidik tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Saat ini, lima anggota lainnya masih diperiksa secara intensif untuk mendalami peran masing-masing.
"Kami masih melihat keterlibatan pelaku lainnya. Pemeriksaan masih terus berjalan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa
-
Ditolak KUA, Ayah Tetap Nikahkan Anak di Bawah Umur dengan Pria 71 Tahun di Luwu