- Seorang perempuan diduga pelaku pembakaran Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu Makassar telah diamankan polisi.
- Peristiwa pembakaran terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.25 Wita, menggunakan botol berisi bensin.
- Insiden pembakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kepanikan dan toko sempat ditutup sementara.
Dalam video yang beredar di media sosial, toko mengalami kebakaran dan sempat membuat karyawan serta pengunjung berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Salah satu saksi mata di lokasi, Anto mengatakan kejadian bermula saat seorang perempuan berhijab masuk ke dalam toko seperti pelanggan pada umumnya.
Ia disebut sempat berbincang dengan karyawan dan menanyakan harga cincin.
"Iya, pelakunya perempuan. Pakai jilbab biasa, tidak menutupi wajah juga," ujar Anto.
Menurut Anto, perempuan tersebut awalnya dilayani oleh karyawan toko.
Ia mengaku ingin melihat-lihat perhiasan dan berniat membeli cincin. Tidak ada gelagat mencurigakan pada awalnya.
Namun, situasi berubah cepat ketika perempuan itu tiba-tiba menyalakan api dari sebuah botol yang dibawanya. Belakangan diketahui botol tersebut berisi bensin.
"Kejadiannya cepat sekali. Pas tanya-tanya, tiba-tiba dia bakar itu bensin. Api langsung besar, jadi orang-orang panik," kata Anto.
Api dengan cepat menyambar bagian dalam toko, termasuk etalase tempat perhiasan dipajang.
Baca Juga: Kondisi Terkini Toko Emas Logam Mulia Makassar Pasca Aksi Pembakaran oleh Pengunjung
Para karyawan yang terkejut langsung berteriak dan berusaha menyelamatkan diri. Sejumlah pengunjung dan warga sekitar ikut berhamburan keluar dari area pertokoan.
Meski api sempat membesar, tidak terdengar adanya ledakan. Saksi memastikan benda yang digunakan bukanlah bom molotov seperti kabar yang sempat beredar.
"Tidak ada ledakan. Api langsung membesar dari botol air mineral berisi bensin. Jadi bukan bom molotov," tegasnya.
Warga sekitar yang menyadari kejadian itu segera bergerak cepat mengamankan perempuan tersebut sebelum situasi semakin memburuk.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung