- Seorang remaja perempuan (PA, 15) di Bone, Sulsel, dianiaya sekelompok siswi MTs akibat masalah candaan setelah korban mengunci pintu karaoke.
- Penganiayaan yang viral di media sosial itu telah terjadi sebanyak tiga kali di lokasi berbeda dan kini ditangani oleh Polres Bone.
- Insiden ini menyoroti tingginya angka 17 ribu anak putus sekolah di Bone, sering disebabkan oleh faktor ekonomi dan aksesibilitas.
Saat ini kondisi korban berangsur membaik, meski masih merasa malu dan takut. Pihak UPT PPA Bone melakukan pendampingan psikologis dan sosial terhadap korban serta keluarganya.
"Kami melakukan penguatan terhadap korban dan keluarganya. Perundungan sesama anak seperti ini menjadi perhatian serius. Ini tidak boleh terjadi di mana pun," tegas Martina.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Bone dan kini dalam penanganan aparat kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan peristiwa penganiayaan terjadi di belakang SMP 1 Lappariaja, Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, pada Kamis, 5 Februari 2026 siang.
"Betul, korban dianiaya oleh temannya yang merupakan siswi MTs di Lappariaja. Saat ini masih kami selidiki," ujar Alvin.
Laporan resmi diterima polisi pada Selasa (10/2/2026) dengan nomor LP/78/II/2026/SPKT/RES BONE.
Alvin menjelaskan korban dan pelaku memang teman nongkrong. Namun saat bercanda, pelaku tersulut emosi dan mengajak korban bertemu di belakang sekolah.
"Di lokasi itu pelaku bersama beberapa temannya langsung menampar dan memukul korban di bagian muka dan dada. Korban juga ditendang berulang kali," katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian bibir serta rasa sakit di dada. Polisi sudah memanggil para pelaku. Termasuk memanggil orang tua para pelaku.
Baca Juga: Tak Ada Nasi di Rumah, Bocah 8 Tahun di Kendari Tewas Saat Jual Tisu di Jalan
"Masih pemeriksaan kemarin. Karena pelaku masih di bawah umur, pemeriksaan harus didampingi wali," tambah Alvin.
17 Ribu Anak di Bone Putus Sekolah
Di sisi lain, kasus ini kembali menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Bone.
Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 17 ribu anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan.
Setelah sebelumnya angka awal Dapodik mencatat lebih dari 40 ribu anak sebelum divalidasi.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menekan angka putus sekolah melalui kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung