- Kejati Sulsel menyita uang tunai Rp1,25 miliar terkait korupsi pengadaan bibit nanas Dinas TPHBun tahun anggaran 2024.
- Penyidik juga menyita dokumen kontrak dan perangkat elektronik setelah menggeledah kantor dinas serta rekanan proyek.
- Sebanyak lima orang, termasuk mantan Pj Gubernur dan PNS, dicekal untuk kepentingan kelancaran proses penyidikan.
SuaraSulsel.id - Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menyita uang tunai sebesar Rp1,25 miliar dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi bibit nanas tahun anggaran 2024.
"Uang sitaan tersebut telah kami setorkan ke Rekening Pemerintah Lainnya atau rekening titipan Kejati Sulsel guna menjamin penyelamatan kerugian negara selama proses hukum berlangsung," ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Rachmat Supriady di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/2).
Uang tersebut disita terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Kegiatan Pengadaan Bibit Nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas (TPHBun) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2024
Penyitaan uang tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemulihan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan bibit nanas dinas terkait.
"Kita bukan hanya memproses subjek hukum akan tetapi mengupayakan juga pemulihan keuangan negara," tutur Rachmat.
Secara terpisah, Kepala Kejati Sulsel Didik Farkhan, menegaskan komitmennya dalam menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional.
Ia memberikan peringatan tegas kepada seluruh saksi maupun pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Kami mengharapkan agar semua pihak terkait bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan demi kelancaran serta percepatan proses penyidikan perkara ini,” papar Didik.
Penyidik Pidsus Kejati Sulsel, kata Didik, akan terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mencari fakta-fakta baru dan memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: DPD RI Peringatkan Masmindo: Bencana Sumatera Jangan Terulang di Sulawesi Selatan
Sebelumnya, tim Kejati Sulsel menggeledah dua kantor dinas masing-masing di Kantor Dinas TPHBun Sulsel, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Selain itu di kantor rekanan pihak pemenang proyek di berbagai wilayah beberapa waktu lalu.
Hasil dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita ratusan dokumen kontrak. Serta barang bukti transaksi keuangan termasuk perangkat elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Selain itu, penyidik telah mengeluarkan surat cekal kepada mantan Penjabat Gubernur Sulsel inisial BB serta PNS Pemprov Sulsel berinisial HS (51).
Selanjutnya, ada dua PNS lain berinisial RE (35) UN (49) serta Direktur Utama PT AAN berinisial RM (55) hingga karyawan swasta berinisial RE (40).
Surat pencekalan ke luar negeri tersebut setelah seluruh saksi diperiksa lebih dari 10 jam berkaitan dengan dugaan korupsi bibit nanas dengan anggaran senilai Rp60 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
-
Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara
-
Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran
-
Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung