- Korban pesawat ATR 42-500 di Pangkep dievakuasi setelah operasi modifikasi cuaca memperbaiki kondisi ekstrem.
- Operasi modifikasi cuaca oleh BMKG dan Pemprov Sulsel berhasil kurangi hambatan cuaca sehingga helikopter dapat digunakan.
- Hingga Jumat 23 Januari 2026, dua dari sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Namun, apabila cuaca kembali memburuk, jalur darat menjadi opsi utama seperti evakuasi korban sebelumnya.
"Kalau cuaca mendukung, evakuasi menggunakan pesawat. Tapi kalau tidak, kita lakukan evakuasi darat," jelasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo mengungkapkan, pelaksanaan modifikasi cuaca merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Instruksi itu dikeluarkan setelah melihat langsung beratnya tantangan evakuasi di lapangan.
"Pak Gubernur dan pak Menteri Perhubungan sebelumnya mendatangi langsung posko Aju dan melihat kendala sulitnya evakuasi karena faktor cuaca dan medan yang terjal," kata Amson.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sulsel kemudian menginstruksikan agar dilakukan operasi modifikasi cuaca sebagai upaya mendukung kelancaran pencarian dan evakuasi korban. Langkah itu dinilai tepat, karena hasilnya langsung dirasakan oleh tim SAR di lapangan.
Amson menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan oleh BMKG dengan dukungan Angkatan Udara sejak Selasa, 20 Januari 2026.
Setiap sortie dilakukan dengan menyebarkan sekitar 1.000 kilogram atau satu ton bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) dari udara menggunakan pesawat Cessna.
"Kita bersyukur OMC yang dilaksanakan BMKG bersama Pemprov Sulsel membawa hasil yang signifikan dalam mengurangi turunnya hujan dan mengurai kabut di lokasi pencarian, sehingga memberi hasil yang positif bagi pergerakan tim SAR gabungan," ujarnya.
Baca Juga: Apa Isi Black Box Pesawat ATR 42-500? Ini Penjelasan Ketua KNKT
Sebelumnya, tim DVI Mabes Polri dan Polda Sulsel telah mengidentifikasi dua jenazahbmasing-masing atas nama Florensia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, serta Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Keduanya telah diserahkan ke pihak keluarga pada Rabu, 21 Januari 2026 untuk dimakamkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Bupati Gowa Diperiksa Kasus Seragam Gratis Rp16 Miliar, Om Basri Belum Tersentuh?
-
KUR BRI Berperan dalam Pengembangan Gula Merah di Sumenep yang Kini Rambah Berbagai Daerah
-
Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa
-
Misteri Dana Rp5 Miliar Penggusuran Lahan Laoli, DPRD Luwu Timur Tak Merasa Menganggarkan
-
Warga Semangat Dukung Program Pilah Sampah, Tempat Sampah Depan Rumah Malah Dicuri