- Ibu kopilot, Indah Aripuddin, dirawat intensif karena syok setelah menerima kabar pesawat putranya kecelakaan.
- Kopilot Muhammad Farhan Gunawan bertugas di pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
- Harapan keluarga sempat muncul karena ponsel Farhan ditemukan, namun data pergerakan di jam tangan ternyata rekaman lama.
Kesalehannya pun menjadi kebanggaan tersendiri. Dalam setiap pertemuan keluarga, Farhan selalu hadir dengan sikap santun dan rendah hati, meski profesinya tergolong prestisius.
"Farhan itu anak baik sekali. Selalu senyum, soleh," kenang Mardiaty.
Hingga Rabu, 21 Januari 2026, keluarga masih menggantungkan harapan. Berharap Farhan dapat ditemukan dalam keadaan apapun.
Doa terus dipanjatkan meski mereka sadar pencarian berlangsung di medan yang berat dan penuh risiko.
Farhan Gunawan tercatat sebagai first officer (FO) atau kopilot pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar.
Berdasarkan data manifes yang dirilis Basarnas Makassar, pesawat tersebut mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.
Farhan menjadi salah satu kru yang berada di dalamnya. Ia berstatus sebagai second in command (SIC), pilot junior yang mendampingi kapten dalam pengoperasian pesawat.
Lulusan SMA Athirah 1 Makassar itu memulai karier di dunia penerbangan secara bertahap dan disiplin.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Farhan melanjutkan pendidikan penerbangan di sejumlah sekolah aviasi di Indonesia.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Potongan Tubuh Korban Pesawat ATR 42-500
Ia menempuh Private Pilot License (PPL) di Deraya Flying School pada Juli 2018 hingga Mei 2019.
Langkahnya berlanjut dengan mengambil Commercial Pilot License (CPL) yang dilengkapi Instrument Rating (IR) dan Multi Engine Rating (MER) di Indonesia Civil Pilot Academy pada Desember 2019 hingga Oktober 2020. Lisensi itu mengantarkannya resmi menjadi pilot profesional.
Tak berhenti di situ, Farhan juga mengikuti ATPL Ground School di Bali International Flight Academy pada Januari hingga Maret 2021 sebagai bagian dari persiapan menuju dunia penerbangan maskapai.
Karier profesionalnya dimulai ketika ia bergabung sebagai FO di PT Indonesia Air Transport pada Desember 2023.
Darah penerbang memang mengalir dalam diri Farhan. Ayahnya diketahui juga berprofesi sebagai kapten.
Kini, keluarga besar Farhan menunggu di ruang greeters and meeters Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan berharap pada sebuah keajaiban di tengah ketidakpastian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah