- Tim SAR menemukan ponsel Co Pilot Muhammad Farhan Gunawan di Gunung Bulusaraung, Pangkep, pada 18 Januari 2026.
- Ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang mencatat aktivitas pergerakan signifikan hingga 13.647 langkah pada hari yang sama.
- Fokus operasi SAR tetap pada evakuasi korban, sementara temuan ponsel diserahkan ke tim siber Polda Sulsel untuk analisis.
"Kalau smartwatch dalam kondisi aktif, seharusnya bisa menunjukkan koordinat. Itu yang sedang kami tunggu dan dalami hasil pemeriksaan dari tim Cyber," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turut merespons ramainya pembahasan soal smartwatch tersebut.
Ia menegaskan fokus utama operasi SAR saat ini tetap pada pencarian dan evakuasi korban.
"Fokus kami adalah menemukan korban. Dalam proses pencarian, jika ditemukan bagian pesawat atau barang milik korban, semuanya kami kumpulkan dan inventarisir," kata Syafii.
Ia menuturkan barang-barang tersebut nantinya akan diserahkan sesuai kebutuhan investigasi. Jika berkaitan dengan kecelakaan pesawat, maka akan diberikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Sementara barang pribadi korban akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk kemudian dikembalikan kepada keluarga sesuai prosedur.
Syafii juga meminta publik untuk tetap memberi ruang bagi tim SAR bekerja di lapangan, mengingat tantangan pencarian yang sangat berat.
"Kami mohon doa. Saat ini kami berada di masa golden time dan berupaya semaksimal mungkin dengan kondisi yang ada untuk menemukan korban dengan harapan bisa ditemukan dalam keadaan hidup," ujarnya.
Ia mengungkapkan medan di kawasan Gunung Bulusaraung menjadi salah satu tantangan terbesar. Meski ketinggian gunung tidak terlalu ekstrem, kontur wilayahnya sangat curam.
Baca Juga: Korban Kedua Pesawat ATR42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter
"Bulusaraung ini memang terjal. Jurangnya hampir tegak lurus, mendekati 90 derajat dengan kondisi bebatuan. Cuaca juga tidak selalu bersahabat," jelas Syafii.
Hingga kini, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki, sementara korban kedua merupakan perempuan.
Operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan melibatkan 1.200 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan untuk mencari delapan korban lainnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
-
Dituduh Masuk Angin, Ini Janji Tegas Kajari Lutim Terkait Korupsi Seragam dan Ambulans
-
Gila! Harga Tiket Pesawat Makassar-Jakarta Tembus Rp6 Juta
-
Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas
-
'Anak Kami Diracuni' 173 Siswa-Guru Keracunan Makan Bergizi Gratis, Orang Tua Ngamuk