- Lokasi pesawat ATR jatuh diduga berada di kawasan Gunung Bulusaraung.
- Titik tersebut diperoleh dari hasil pemantauan udara helikopter TNI Angkatan Darat.
- Sebelumnya, pesawat Yogyakarta-Makassar tersebut dilaporkan hilang kontak.
"Seluruh unsur ini kami kerahkan untuk mempercepat pencarian, mengingat medan yang cukup berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu," kata Bangun.
Sebelumnya diberitakan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros pada Sabtu siang.
Informasi tersebut pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Makassar dari AirNav Makassar sekitar pukul 13.17 Wita.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengaku AirNav Makassar melaporkan pesawat kehilangan kontak komunikasi dan radar saat melintas di wilayah Sulawesi Selatan.
"Benar, kami menerima informasi dari AirNav Makassar terkait pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak," ujar Andi Sultan saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data awal yang diterima Basarnas, pesawat terakhir terpantau berada di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros.
Titik koordinat terakhir yang dilaporkan berada di 04°57'08" Lintang Selatan dan 119°42'54" Bujur Timur, yang masuk wilayah perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
"Untuk sementara personel kami masih dalam perjalanan menuju lokasi. Perkiraan titik terakhir berada di kawasan Leang-Leang, Maros," kata Andi Sultan.
Pesawat tersebut diketahui menjalani penerbangan dengan rute Yogyakarta - Makassar dan mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru pesawat dan tiga penumpang.
Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi pesawat maupun seluruh kru dan penumpang yang berada di dalamnya.
Basarnas Makassar menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan titik lokasi yang akurat sebelum melanjutkan ke tahap evakuasi.
Medan pencarian yang berupa kawasan perbukitan, hutan karst, serta taman nasional menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
Untuk mendukung pencarian, Basarnas telah mengerahkan 25 personel tim rescue ke lapangan. Selain itu, sejumlah drone juga digunakan untuk membantu pemantauan dari udara, terutama di area yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Rekomendasi Tunik Lebaran Terlengkap di Promo Ramadhan Blibli
-
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan
-
Waspada! 10 Kota Ini KLB Campak Berturut-turut, Kemenkes Ungkap Penyebab Utamanya di Media Sosial
-
Thailand Lirik Sejumlah Potensi Sulsel, Andi Sudirman: Kami Sambut Baik
-
Telur Ikut 'Terbakar'! Dari Rp48 Ribu Jadi Rp60 Ribu, Benarkah Program MBG Pemicu?