Riki Chandra
Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:57 WIB
DOKUMEN: Pesawat ATR 72 yang dioperasikan FlyJaya, layani rute Bandara Halim Jakarta-Bandara Adisucipto Yogyakarta [Suara.com/HO/Flyjaya]
Baca 10 detik
  •  Pesawat ATR 400 hilang kontak saat pendekatan pendaratan Bandara Hasanuddin.

  • Kontak terakhir pesawat tercatat pukul 04.23 UTC.

  • Basarnas kerahkan puluhan personel lakukan pencarian di Maros.

SuaraSulsel.id - Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Insiden ini terjadi ketika pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut telah mendapatkan izin pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Informasi yang beredar, pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak pada pukul 04.23 UTC atau sekitar 12.23 WITA.

Pesawat berjenis ATR42 itu dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dalam misi Marine Patrol Flight dengan rute Yogyakarta Adi Sucipto (WAHH)–Makassar (WAAA).

Dalam laporan resmi yang diterima, pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak setelah diarahkan melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Saat proses pendekatan, pesawat diketahui tidak berada pada jalur pendaratan yang seharusnya sehingga pengatur lalu lintas udara atau ATC memberikan pengarahan ulang.

ATC dilaporkan telah beberapa kali memberikan instruksi kepada pilot untuk membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang benar.

Namun, setelah arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus atau loss contact. Atas kondisi tersebut, AirNav Indonesia langsung mendeklarasikan status DETRESFA, yakni fase darurat karena hilangnya komunikasi.

Dalam ringkasan laporan awal disebutkan, pesawat PK-THT sebelumnya telah memperoleh izin mendarat, namun hingga waktu yang ditentukan tidak kunjung mendarat dan tidak dapat dihubungi. MATSC kemudian berkoordinasi dengan tim pencarian dan pertolongan setempat untuk melakukan langkah lanjutan.

Informasi mengenai pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak juga diterima oleh Basarnas Makassar.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut laporan resmi diterima pada Sabtu (17/1/2026) beserta data koordinat terakhir pesawat.

Berdasarkan data awal tersebut, pesawat diduga berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Saat ini kami telah menuju lokasi yang mana diberikan koordinat dari AIR NAV,” ujar Andi Sultan dalam rekaman yang diterima Suara.com, Sabtu (17/1/2026).

Dalam operasi awal pencarian, Basarnas Makassar mengerahkan puluhan personel yang dibagi ke dalam tiga regu.

"Tadi sudah kami berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi 5 orang, dan juga diberangkatkan lagi 15 orang sortir kedua," katanya.

Load More