-
Pesawat ATR 400 hilang kontak saat pendekatan pendaratan Bandara Hasanuddin.
-
Kontak terakhir pesawat tercatat pukul 04.23 UTC.
-
Basarnas kerahkan puluhan personel lakukan pencarian di Maros.
SuaraSulsel.id - Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Insiden ini terjadi ketika pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut telah mendapatkan izin pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Informasi yang beredar, pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak pada pukul 04.23 UTC atau sekitar 12.23 WITA.
Pesawat berjenis ATR42 itu dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dalam misi Marine Patrol Flight dengan rute Yogyakarta Adi Sucipto (WAHH)–Makassar (WAAA).
Dalam laporan resmi yang diterima, pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak setelah diarahkan melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY21 Bandara Sultan Hasanuddin.
Saat proses pendekatan, pesawat diketahui tidak berada pada jalur pendaratan yang seharusnya sehingga pengatur lalu lintas udara atau ATC memberikan pengarahan ulang.
ATC dilaporkan telah beberapa kali memberikan instruksi kepada pilot untuk membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang benar.
Namun, setelah arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus atau loss contact. Atas kondisi tersebut, AirNav Indonesia langsung mendeklarasikan status DETRESFA, yakni fase darurat karena hilangnya komunikasi.
Dalam ringkasan laporan awal disebutkan, pesawat PK-THT sebelumnya telah memperoleh izin mendarat, namun hingga waktu yang ditentukan tidak kunjung mendarat dan tidak dapat dihubungi. MATSC kemudian berkoordinasi dengan tim pencarian dan pertolongan setempat untuk melakukan langkah lanjutan.
Informasi mengenai pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport hilang kontak juga diterima oleh Basarnas Makassar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut laporan resmi diterima pada Sabtu (17/1/2026) beserta data koordinat terakhir pesawat.
Berdasarkan data awal tersebut, pesawat diduga berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Saat ini kami telah menuju lokasi yang mana diberikan koordinat dari AIR NAV,” ujar Andi Sultan dalam rekaman yang diterima Suara.com, Sabtu (17/1/2026).
Dalam operasi awal pencarian, Basarnas Makassar mengerahkan puluhan personel yang dibagi ke dalam tiga regu.
"Tadi sudah kami berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi 5 orang, dan juga diberangkatkan lagi 15 orang sortir kedua," katanya.
Berita Terkait
-
26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi
-
Ricuh! Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Pukul Mundur Massa Demo di Jogja
-
Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap
-
Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir
-
Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap