Muhammad Yunus
Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:35 WIB
Rusdi Masse Mappasessu atau Rusdi Masse [Suara.com/Antara]
Baca 10 detik
  • Rakernas PSI akan diselenggarakan di Makassar pada 29-31 Januari 2026 dihadiri elite partai termasuk Kaesang Pangarep.
  • Rakernas tersebut diisyaratkan akan menghadirkan kejutan politik, berpotensi melibatkan tokoh besar seperti Rusdi Masse Mappasesu (RMS).
  • PSI Sulsel menguat dengan bergabungnya beberapa figur muda dari keluarga politik NasDem, mengindikasikan pergeseran kekuatan politik lokal.

SuaraSulsel.id - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan digelar di Makassar pada 29-31 Januari 2026 menjadi perhatian publik.

Tak hanya karena kehadiran Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dan jajaran elite partai, agenda nasional ini juga disebut-sebut akan menghadirkan "kejutan" politik yang memicu spekulasi luas di Sulawesi Selatan.

Rakernas PSI dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro Makassar. Sejumlah tokoh nasional dipastikan hadir, termasuk Kaesang Pangarep dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI seperti Giring Ganesha.

Sekretaris PSI Sulawesi Selatan, Indira Mulyasari Paramastuti membenarkan adanya kejutan yang disiapkan dalam Rakernas tersebut.

Pernyataan ini sejalan dengan pernyataan Ketua PSI Sulsel, Muammar Ferirae Gandi Rusdi yang sebelumnya juga menyebut akan ada kejutan politik dalam perhelatan nasional PSI di Makassar.

"Namanya juga kejutan," kata Indira sambil tertawa saat ditanya soal isu tokoh besar yang akan bergabung dengan PSI.

Ia menyebut, kejutan tersebut bisa saja melibatkan figur yang disebut publik sebagai "Mister J" atau "Mister R", maupun tokoh-tokoh lain.

Meski demikian, Indira menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final dari DPP PSI terkait konsep kejutan tersebut.

Menurutnya, DPW PSI Sulsel baru sebatas menyusun konsep acara di tingkat lokal dan belum melakukan rapat teknis dengan DPP.

Baca Juga: NasDem Usul Pergantian 4 Anggota di DPRD Sultra dan Konsel, Ini Daftarnya!

"Dari kami memang belum ada rapat teknis sama sekali dengan DPP. Kami baru menyusun acara di DPW, jadi memang belum bisa disampaikan secara detail," ujarnya.

Saat ditanya lebih jauh apakah kejutan tersebut berkaitan dengan bergabungnya tokoh Sulawesi Selatan ke PSI, Indira mengakui hal itu memang masuk dalam perencanaan awal.

Namun, rencana tersebut masih sebatas inventarisasi dan belum mendapatkan persetujuan resmi dari DPP.

"Iya, rencananya memang ada planning dari kami soal tokoh Sulsel yang akan bergabung ke PSI. Tapi itu baru kami inventarisir dan DPP belum meng-iyakan. Jadwal lokal kan kami yang usulkan, nanti DPP yang menyetujui konsepnya," jelasnya.

Indira menegaskan PSI merupakan partai terbuka yang memberikan ruang bagi siapa saja untuk bergabung sebagai kader. Termasuk, kata dia, bagi figur-figur besar di Sulawesi Selatan.

Nama Rusdi Masse Mappasesu (RMS) menjadi salah satu sosok yang paling banyak dispekulasikan publik.

RMS, yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai NasDem Sulsel sekaligus dikenal sebagai tokoh sentral NasDem di kawasan timur Indonesia, santer disebut-sebut akan berpindah haluan politik.

Secara pribadi, Indira mengakui kekagumannya terhadap sosok RMS. Ia menyebut RMS sebagai panutan sejak pertama kali bergabung dengan NasDem.

"Pak RMS itu panutan saya. Cara beliau berpolitik berbeda, politik kemanusiaan yang beliau bangun sangat kuat. Itu yang saya jadikan contoh," ujarnya.

Menurut Indira, nilai-nilai politik kemanusiaan yang dibangun RMS dan istrinya, Fatmawati Rusdi juga tercermin dalam kepemimpinan PSI Sulsel saat ini.

Nilai tersebut kemudian diturunkan kepada Ketua PSI Sulsel, Muammar Ferirae Gandi Rusdi yang merupakan putra RMS dan Fatmawati.

"Politik kemanusiaan dari dua sosok ini memang patut dicontoh dan itu diturunkan ke Ketua PSI Sulsel," katanya.

Terkait kemungkinan RMS bergabung ke PSI, Indira menegaskan pintu partai terbuka selebar-lebarnya.

"Tentu, Pak RMS dan tokoh-tokoh Sulsel lainnya sangat terbuka jika ingin bergabung," katanya.

Rakernas PSI di Makassar juga akan membahas strategi kemenangan Pemilu 2029 serta penguatan struktur partai. PSI menargetkan bisa lolos ke Senayan pada pemilu mendatang.

Di tingkat daerah, DPW PSI Sulsel menargetkan satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) DPRD Sulsel, yang berjumlah 11 dapil.

Target serupa juga dibebankan kepada DPD PSI kabupaten dan kota.

Eksodus Besar-besaran ke PSI

Di sisi lain, gelombang perpindahan politisi dari NasDem ke PSI di Sulawesi Selatan menguat.

Sejumlah figur dengan latar belakang keluarga politik besar telah lebih dulu bergabung dan bahkan menduduki posisi strategis di PSI, mulai dari Barru, Enrekang, hingga Pinrang.

Sebut saja drg. Ulfah Nurul Huda Suardi, putri dari Ketua NasDem Barru sekaligus mantan Bupati Barru, Suardi Saleh.

Ulfah sebelumnya sempat mencalonkan diri sebagai calon bupati Barru 2024 dan sempat maju pada Pemilu Legislatif 2024 di bawah bendera NasDem.

Kini, ia justru dipercaya sebagai Ketua PSI Barru.

Nama lain adalah Ratnawati Muchlis, istri dari Bupati Enrekang sekaligus kader NasDem, Yusuf Ritangnga. Ratnawati kini menjabat sebagai Ketua PSI Enrekang.

Fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Pinrang. Andi Ichsan Aswad, putra Bupati sekaligus Ketua DPD NasDem Pinrang, Andi Irwan Hamid telah bergabung dengan PSI.

Andi Ichsan bahkan langsung diberi mandat sebagai Ketua DPD PSI Pinrang.

Kehadiran figur-figur tersebut memberi sinyal jelas bahwa PSI sedang memperkuat barisan di Sulawesi Selatan dengan menarik tokoh-tokoh muda yang memiliki basis keluarga politik kuat.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla menilai fenomena ini sebagai sinyal pergeseran kekuatan politik lokal. Ia menyebut NasDem selama ini kuat di Sulsel berkat peran besar RMS dan jaringannya.

"Dengan bergabungnya anak RMS ke PSI, besar kemungkinan para loyalis RMS, baik elit maupun akar rumput, akan mengikuti langkah serupa," kata Culla.

Menurutnya, meski PSI belum lolos ambang batas parlemen secara nasional, kehadiran figur kuat seperti RMS dapat menjadi katalis peningkatan elektabilitas partai.

Jika tren ini berlanjut, PSI berpotensi menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan.

"Ini tentu bisa melemahkan NasDem sekaligus menjadi keuntungan besar bagi PSI," sebutnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More