Muhammad Yunus
Kamis, 01 Januari 2026 | 20:00 WIB
Tim SAR gabungan saat menemukan serpihan kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengalami kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/12/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Manggarai Barat
Baca 10 detik
  • Polres Manggarai Barat memulai penyidikan resmi kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, NTT.
  • Penyidikan akan fokus memeriksa saksi, operator, serta mendalami kelayakan kapal dan kepatuhan prosedur keselamatan pelayaran.
  • Insiden ini menambah daftar 15 kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo, mengakibatkan satu meninggal dan tiga korban masih dicari.

SuaraSulsel.id - Polres Manggarai Barat mulai proses penyidikan terkait kecelakaan laut (laka laut) yang menimpa kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Selat Padar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, mengatakan proses penyidikan sudah mulai dilakukan.

“Kemarin Polres Manggarai Barat telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat,” katanya, Kamis (1/1).

Henry menjelaskan penyerahan SPDP ini menandai dimulainya tahapan penyidikan secara resmi.

Dia menambahkan penyidik akan memeriksa saksi-saksi, awak kapal, pihak operator, serta melakukan pendalaman terkait kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran.

Henry menambahkan proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejadian seperti itu ujar dia diharapkan tidak terulang lagi, dan kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dengan melihat situasi alam yang saat ini terjadi.

Dia menambahkan langkah penyidikan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.

“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” tegasnya.

Baca Juga: Update Pencarian Hari Kelima Wisatawan Spanyol: Serpihan Kapal Ditemukan

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah ujar Henry, menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah tersebut.

Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal.

Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya tenggelamnya kapal wisata Raja Bintang 02 pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.

Load More