- Jusuf Kalla menghadapi sengketa lahan dengan PT GMTD, yang memicu perhatian publik terhadap kekuatan bisnisnya
- Kalla Group, didirikan 1952 di Sulsel, tumbuh menjadi konglomerasi besar di Indonesia Timur dengan delapan bidang usaha utama
- Bisnis Kalla Group mencakup energi terbarukan (PLTA), infrastruktur, otomotif (pionir Toyota di timur), properti, ritel, dan keuangan
Perjalanan bisnis keluarga Kalla jelas tak selalu mulus. Ada masa jatuh bangun, krisis, dan tekanan politik maupun ekonomi.
Namun, justru dari proses panjang itulah fondasi bisnis JK terbentuk mandiri dan relatif independen.
Tak heran jika dalam berbagai dinamika termasuk konflik dengan kelompok bisnis besar, Jusuf Kalla dikenal tak mudah gentar.
Ternyata berikut sederet bisnis mentereng Jusuf Kalla:
1. Energi
Salah satu sektor yang kini menjadi andalan Kalla Group adalah energi, khususnya energi baru dan terbarukan (EBT).
Melalui anak usaha PT Poso Energy dan PT Malea Energy, Kalla Group aktif mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi dan Sumatera.
Total kapasitas proyek PLTA yang dikembangkan mencapai 1.230 megawatt. Beberapa proyek besar di antaranya PLTA Poso 3 dan Poso 4, PLTA Tumbuan Mamuju Atas dan Bawah, serta PLTA Kerinci Merangin.
PLTA Poso sendiri telah menyumbang sekitar 10,69 persen bauran energi baru terbarukan ke sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Akbar Faizal Soal Sengketa Lahan Tanjung Bunga Makassar: JK Tak Akan Mundur
Sementara itu, PLTA Malea yang beroperasi sejak 2021 dengan kapasitas 90 MW turut mendorong bauran EBT di Pulau Sulawesi hingga mencapai 38,8 persen.
Langkah ini sejalan dengan target nasional bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.
2. Infrastruktur dan Manufaktur
Selain energi, Kalla Group juga lama dikenal sebagai pemain penting di sektor infrastruktur dan manufaktur.
Melalui PT Bukaka Teknik Utama, grup ini membangun berbagai proyek strategis seperti jembatan, tower, hingga peralatan bandara.
Produk unggulan Bukaka adalah garbarata. Bahkan, sekitar 50 persen garbarata yang digunakan di Bandara Changi Singapura merupakan buatan Bukaka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Minyak Goreng 'Minyak Kita' Langgar HET di Sulsel? Satgas Saber Bongkar Temuan Mengejutkan
-
Kabar Baik BPS: Disparitas Kemiskinan Kota-Desa Sulsel Menyempit, Apa Rahasianya?
-
Ingin Kuliah Rasa Luar Negeri di Unhas? Cek Cara Raih 'Golden Ticket' Kelas Internasional 2026
-
Pemkot Makassar Akan Bangun PLTSa di TPA Tamangapa, Tender Diulang!
-
Jusuf Kalla: Perguruan Tinggi Jangan Andalkan Mahasiswa untuk Biaya Pendidikan