- Seorang lansia bernama Wahbah (85) yang kondisi fisiknya lemah terpaksa dibawa ke kantor kelurahan pada 16 Desember 2025
- Pembawaan tersebut dilakukan karena kebijakan mengharuskan penerima bantuan pemerintah hadir langsung untuk mengambil jatah beras dan minyak
- Wahbah digendong warga dan diangkut bentor, memicu perhatian publik dan viral karena prosedur administrasi yang kaku
Awalnya, Emmi melarang keras membawa mertuanya keluar rumah. Hujan, dan riwayat sakit membuatnya khawatir.
Ia memilih datang sendiri ke kantor lurah untuk menjelaskan kondisi Wahbah. Namun, yang ia temui bukan empati.
"Bukan pegawainya menerima dengan baik. Mukanya malah beringas," ujar Emmi.
Ia mencoba berbicara baik-baik. Menjelaskan bahwa Wahbah baru keluar rumah sakit, sudah tidak bisa berjalan, dan hanya ingin mengambil haknya.
Ia mempertanyakan mengapa dulu pengambilan bisa diwakilkan, tapi kini tidak lagi. Jawaban yang diterima pun tetap sama. Tidak bisa.
"Ini bukan soal kita tidak mampu beli beras. Ini hak orang tua," tegas Emmi.
Kekecewaan berubah menjadi kemarahan. Bukan semata karena dua karung beras, tapi karena rasa harga diri yang seperti dilucuti perlahan.
Emmi bilang adiknya bolak-balik, ditolak, dipingpong, hanya demi bantuan yang memang diperuntukkan bagi warga seperti Wahbah.
Emmi pun meminta bertemu lurah. Jawabannya, lurah juga tidak ada.
Baca Juga: Ditolak Banyak RS, Muh Ikram Langsung Ditangani RSUD Daya: Kisah Anak Yatim Viral di Makassar
"Kalau pun tidak ada, harusnya staf diberi tahu. Kalau orang bawa KTP, kasih haknya," ujarnya kesal.
Di tengah ketegangan itu, keputusan yang awalnya dihindari akhirnya terjadi. Wahbah dibawa ke kelurahan.
Warga sekitar bergotong royong menggendong tubuh renta itu, menaikkannya ke bentor, lalu menuju kantor kelurahan.
Pemandangan itu sontak menyedot perhatian. Seorang nenek sakit, terbaring lemah, digiring ke kantor pemerintahan hanya untuk membuktikan bahwa ia masih hidup dan layak menerima bantuan.
Barulah setelah itu, lurah muncul.
"Tidak usah bu, nanti saya kunjungan," kata lurah, menurut penuturan Emmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bukan Hoaks! Inilah Sosok 'Monster Laut' Tertangkap Kamera di Makassar
-
Stop! Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal Ini Saat Ziarah Kubur Menurut Ajaran Islam
-
Puasa 6 Hari Setelah Ramadan Bikin Amalan Anda Setara Puasa Setahun Penuh, Ini Caranya!
-
Libur Lebaran 2026: Harga Tiket Bantimurung Naik Jadi Rp40 Ribu
-
Hangatnya Silaturahmi Idulfitri: Appi-Danny Bahas Sinergi Pembangunan Makassar