- BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang untuk 12 wilayah Sulsel (15-17 Desember 2025)
- Peringatan ini juga mencakup potensi bencana hidrometeorologi ringan seperti banjir lokal dan tanah longsor skala kecil
- Masyarakat diimbau memantau informasi resmi BMKG dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan antisipatif
"Banjir kecil kemungkinan terjadi dengan ketinggian genangan antara 0 hingga 2 meter dan umumnya cepat surut," lanjut BMKG dalam keterangannya.
Meski berskala kecil, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng potensi dampak cuaca ekstrem.
Pengalaman banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sulsel pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa hujan lebat dalam durasi singkat.
Tetap dapat menimbulkan gangguan aktivitas, merusak infrastruktur, bahkan membahayakan keselamatan warga.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi.
Informasi dapat diakses melalui Aplikasi Mobile Info BMKG, layanan SMS Blasting BMKG-KOMDIGI, media sosial resmi BMKG, berbagai kanal informasi BMKG lainnya, hingga Call Center 196.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di area terbuka, dekat pepohonan tinggi, kawasan perbukitan, dan lereng curam yang rawan longsor.
Aktivitas di sungai dan daerah aliran sungai (DAS) juga perlu dibatasi, terutama saat hujan deras berlangsung.
BMKG juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi lain seperti banjir bandang, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas akibat genangan air atau material longsoran yang menutup badan jalan.
Baca Juga: Kisah Kelam 11 Desember: Westerling Sang Algojo Muda yang Menewaskan 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan
Dalam peringatan ini, BMKG turut meminta peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai, serta aparat kepolisian diminta bersiaga dan melakukan langkah-langkah antisipatif di wilayah rawan.
"Kepada BPBD, Balai (Besar) Wilayah Sungai, dan kepolisian setempat agar turut memberikan arahan kepada masyarakat serta melakukan pengaturan arus lalu lintas dari dan menuju zona rawan longsor, banjir, dan banjir bandang selama periode peringatan dini cuaca," imbau BMKG.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan potensi kerugian akibat bencana dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?
-
Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar
-
BBPJN: Pembangunan Jembatan Barombong Bisa Menggunakan Diskresi Menteri PU
-
Kapolres Gowa, Bone, Parepare Hingga Toraja Utara Kena Mutasi
-
UMKM Sulsel Dapat Panggung Nasional Pada HKG PKK