- Polsek Panakkukang mengamankan seorang balita dari ancaman dilempar ke kanal oleh ibunya di Makassar
- Akar masalah insiden tersebut terungkap akibat tekanan ekonomi ekstrem dan nasi habis, menyebabkan kontrol emosi orang tua rapuh
- Polisi berhasil melakukan mediasi terhadap pasangan tersebut untuk menjaga keselamatan anak dan memberikan arahan hukum terkait ancaman ekstrem
"Dari hasil mediasi keduanya mengakui persoalan ekonomi yang paling menekan. Ya seperti makanan habis jadi menimbulkan emosi," kata Sufriady.
Dalam kondisi mental yang labil, ibu si balita diduga mengambil anaknya dengan niat membawanya keluar rumah.
Sang anak dibawa mendekati kanal yang membuat warga panik dan polisi bergerak cepat.
Setibanya di kantor polisi, pasangan suami-istri tersebut ditempatkan di ruang mediasi.
Polisi menilai penting memberi jeda emosional sekaligus memastikan keselamatan anak.
Proses mediasi berjalan beberapa jam, dengan fokus utama mencegah peristiwa serupa terulang.
"Kami lakukan mediasi untuk memberikan pemahaman kepada mereka agar berdamai dan kembali dengan kondisi aman," ujar Sufriady.
Ia menjelaskan, kedua orang tua itu sama-sama mengakui bahwa mereka tidak berniat menyakiti anaknya, tetapi tekanan hidup membuat kontrol diri melemah.
Polisi kemudian memberikan arahan tentang risiko hukum jika tindakan ekstrem yang melibatkan anak kembali terjadi.
Baca Juga: Kronologi Bocah 4 Tahun di Antang Makassar Diduga Diculik
Balita itu sendiri dalam kondisi selamat. Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik, akan tetapi secara psikologis ia tetap harus diawasi.
Kasus ini menjadi cerminan nyata bahwa persoalan ekonomi pasangan muda-mudi di Kota Makassar masih sangat kompleks.
Ironisnya, kasus ini muncul di tengah kabar Pemerintah Kota Makassar yang baru saja meraih penghargaan sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan.
Data menunjukkan, tingkat kemiskinan Makassar pada 2024 berada di 4,97 persen atau sekitar 79.530 jiwa, turun dari 5,07 persen pada 2023.
Ini merupakan angka kemiskinan terendah di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Namun, di balik angka yang tampak impresif itu, terdapat kenyataan lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar