- Seorang pelajar SMA berinisial MH (16) tewas tertembak senapan angin di tengah bentrokan antarkelompok di Makassar pada 21 November 2025.
- Aparat menempatkan personel Brimob dan memperketat patroli untuk mencegah rangkaian kekerasan susulan yang telah memakan dua korban jiwa.
- Wali Kota kecewa karena warga enggan menjadi saksi, sementara Pemkot berjanji membantu pembangunan kembali 13 rumah warga yang terbakar.
SuaraSulsel.id - Seorang pelajar SMA di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tewas tertembak senapan angin pada Jumat, 21 November 2025 dini hari.
Korban berinisial MH (16) itu ditemukan tergeletak dengan luka tembak di dada saat berada di lokasi bentrokan antarkelompok warga di Jalan Tinumbu Lorong 148, Kecamatan Tallo.
Kapolsek Tallo Kompol Syamsuardi membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan MH menjadi korban dalam rangkaian perang kelompok yang sejak beberapa bulan terakhir terus berulang di wilayah Tallo.
"Sementara kita selidiki dulu, ini terkait perang kelompok," katanya.
Ia menambahkan, MH diduga tertembak saat kelompok yang bertikai saling serang di lorong tersebut.
"Kena peluru di bagian dada," ujarnya.
Untuk mencegah bentrokan susulan, Syamsuardi menyebut pihaknya telah menempatkan personel Brimob di kawasan rawan.
Langkah itu diambil karena dalam sepekan terakhir, sudah ada dua korban jiwa akibat senapan angin di wilayah Tallo.
Baca Juga: Ratusan Aparat Sisir Dua Kampung Pelaku Bentrokan di Makassar
"Kami rencana menempatkan pasukan Brimob di titik-titik masuk lorong, di Layang dan Lembo. Kami upayakan penambahan pasukan," jelasnya.
Hanya empat hari sebelumnya, pada Senin (17/11) malam, seorang warga Sapiria bernama Nursyam alias Kipas (40) juga tewas setelah terkena tembakan senapan angin di bagian kepala.
Rangkaian kekerasan ini menambah panjang daftar korban akibat tawuran antarkelompok di Kecamatan Tallo, wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir dikenal sebagai salah satu titik paling rawan konflik di bagian utara Kota Makassar.
Padahal, sehari sebelum peristiwa tewasnya MH, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggelar pertemuan bersama warga dari tiga kelurahan.
Suangga, Bunga Eja Baru, dan Lembo untuk mencari jalan damai dan memutus tawuran yang terus berulang.
Pertemuan itu juga dihadiri aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri.
Namun kondisi di lapangan, menurut warga, jauh dari kata aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
10 Ribu Peserta Serbu Makassar, Pemprov Sulsel: Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
-
Pesona 'Noni Belanda' Kaltim Curi Perhatian di HUT Dekranas
-
Siklon Tropis Bavi Picu Pertumbuhan Awan Hujan di Indonesia
-
Jusuf Kalla: Rachmat Gobel Orang yang Sangat Baik
-
Berapa Luas Lahan Pertanian yang Masih Tersisa di Kota Makassar?