- Pemerintah mengalokasikan Rp4,3 triliun untuk elektrifikasi desa tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), dinilai tepat untuk mencapai target 100% rasio elektrifikasi nasional
- Penyediaan listrik di desa terpencil memerlukan sistem pembangkitan energi hybrid, seperti gabungan tenaga surya, angin, atau diesel, karena keterbatasan infrastruktur PLN
- Pakar menekankan bahwa program elektrifikasi desa harus disertai pengawasan ketat dan diperluas agar wilayah di luar zona 3T yang belum terlistriki juga merasakan manfaatnya
"Ya tentu, kalau kami dari sisi kebijakan ya, itu (listrik desa) harus diperjuangkan. Setelah diperjuangkan ya tentu harus diawasi bahwa betul-betul kebijakan ini berdaya guna," kata Kafrawy.
Lebih lanjut, ia menyebut langkah pemerintah yang mengutamakan daerah 3T untuk menerima manfaat program ini juga sudah tepat.
Sebab, daerah-daerah itu sering terlupakan dan memerlukan perhatian khusus. Namun, ia juga mengingatkan agar program ini turut menyasar daerah di luar 3T yang juga belum teraliri listrik.
"Ya kalau kita melihat dari sisi pemilihan tempat, ya itu sudah sangat tepat ya. Namun pemerintah juga tidak boleh abai dengan teman-teman saudara-saudara kita yang tidak terjangkau oleh daerah 3T ini. Karena tentu wilayah 3T ini ada klasifikasi wilayahnya, ada klasifikasi tempatnya," sebutnya.
"Sehingga saudara-saudara kita yang tidak berada dalam persyaratan 3T ini betul-betul juga mendapatkan kebijakan yang adil bagi pemerintah, sehingga betul-betul semuanya terlapisi sebagai masyarakat yang diberikan kesejahteraan dalam bentuk energi listrik seperti itu," katanya lagi.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan 100 rumah tangga pertama dari total target 292 penerima penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL di Fakfak, Papua Barat sepanjang 2025.
"Melalui BPBL, masyarakat sekarang dapat menikmati akses listrik yang layak tanpa harus memikirkan biaya pemasangan," kata Bahlil dalam siaran pers dikutip pada Senin, 17 November 2025.
Masuknya listrik disebut membuka peluang usaha mikro berbasis komoditas ikan karena rumah tangga pesisir dapat memanfaatkan mesin pendingin, menyimpan hasil tangkapan lebih lama, dan melakukan pengolahan sederhana yang meningkatkan nilai jual.
Potensi kelautan Fakfak dinilai memberi ruang besar bagi tumbuhnya usaha yang sebelumnya terkendala tidak adanya pasokan listrik.
Sementara di Sulawesi Selatan, rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,9 persen per Maret 2025.
Baca Juga: PLN Kantongi Hak Tanah PLTU Punagaya Jeneponto untuk Jaga Listrik Sulawesi
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Edyansyah bilang, elektrifikasi ke berbagai wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) menjadi salah satu fokus PLN dalam memberikan listrik berkeadilan atau keadilan energi kepada seluruh masyarakat Indonesia hingga pelosok negeri.
Salah satu upayanya melalui "energy storage" yang dikenal dengan nama SuperSUN, ini merupakan karya anak bangsa yang juga pegawai PLN.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
BRI Tekan Cost of Fund lewat Penguatan Dana Murah di Bawah Supervisi Danantara
-
54 Ribu Ibu Hamil Akan Pecahkan Rekor MURI di Perayaan HUT Dekranas
-
Bareskrim Polri Tolak Tangani Laporan Bupati Gowa Husniah Talenrang
-
Persaingan Appi vs IAS Memanas! Bahlil Akan Buka Musda Golkar Sulsel
-
Indonesia Impor Perdana Babi Asal Denmark