- Wisatawan tiba di Banda Neira dalam keadaan segar bugar sehingga bisa beraktivitas wisata sejak pagi
- Saat ini Banda Neira disinggahi oleh tiga kapal penumpang dan satu kapal perintis
- Wisatawan dapat kembali menggunakan kapal Pelni untuk meninggalkan Banda setelah puas berwisata selama tiga hingga empat hari
SuaraSulsel.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni) menyesuaikan jadwal pelayaran kapal menuju Banda Neira, Maluku, untuk mendukung sektor pariwisata di mana wisatawan akan lebih mudah mengatur perjalanan sesuai waktu liburan mereka.
"Untuk mendukung pariwisata Banda Neira, jadwal kapal Pelni diatur sedemikian rupa agar tiba di Banda Neira pada pagi hari sehingga wisatawan dapat beristirahat di kapal selama pelayaran," kata Kepala Cabang Pelni Ambon Marthin Heryanto ditemui dalam media tour di Ambon, Maluku, Senin (20/10).
Dia menyampaikan dengan penyesuaian tersebut maka ketika wisatawan tiba di Banda Neira dalam keadaan segar bugar sehingga bisa beraktivitas wisata sejak pagi hari.
Ia mengatakan Pelni selama bertahun-tahun sudah menjadi alat transportasi utama bagi wisatawan dan masyarakat menuju Banda Neira, Provinsi Maluku.
Saat ini Banda Neira disinggahi oleh tiga kapal penumpang dan satu kapal perintis.
Disebutkan tiga kapal Pelni yang menyinggahi Banda Neira adalah KM Labobar dengan kapasitas 3.000 penumpang; KM Pangrango (500 penumpang); KM Sangiang (500 penumpang); dan KM Sabuk Nusantara 106 (400 penumpang).
Lebih lanjut, Marthin menyebutkan wisatawan dapat kembali menggunakan kapal Pelni untuk meninggalkan Banda setelah puas berwisata selama tiga hingga empat hari.
"Ini melihat rata-rata kapal Pelni yang menyinggahi Banda dari arah barat akan berlayar tiga hingga empat hari ke arah timur, sebelum kembali berlatar ke arah barat," jelasnya.
Sebagai contoh, lanjutnya, KM Labobar yang berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta, membutuhkan lima hari berlayar untuk tiba di Banda Neira.
Baca Juga: Jangan Sampai Punah! Cara Asyik Lestarikan Hiu Paus Saat Liburan di Gorontalo
Selanjutnya Labobar akan berlayar hingga Fak-Fak untuk kemudian tiba kembali di Banda empat hari kemudian untuk berlayar balik ke arah Jakarta.
Dikatakan selama tiga hingga empat hari berada di Banda Neira, wisatawan dapat menjelajahi kota kecil Banda dan jejak rempah yang bersejarah, dilanjutkan aktivitas laut seperti snorkling hingga diving.
"Sampai menyusuri jalur perkampungan dan perbukitan untuk melihat Gunung Banda yang legendaris," tutur Marthin.
Khusus untuk KM Pangrango, kapal tipe 500 penumpang tersebut berangkat dari Ambon setiap Jumat sore dan tiba di Banda pada Sabtu pagi.
"Kapal sandar satu malam hingga minggu sore, jadi bisa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk menginap satu malam di atas kapal dan kembali ke Ambon minggu sore dan tiba Senin pagi," ujarnya.
Marthin menambahkan pada tahun 2024, penumpang kapal Pelni yang turun di Banda mencapai 49.529 orang. Sementara itu, jumlah penumpang turun di 2025 hingga September tercatat sebanyak 42.200 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Mata Uang Asing? BRI Money Changer Mudah Ditemukan
-
Google Maps Rilis Citra Satelit Terbaru: Jalur Gaza Berubah Jadi Lautan Puing
-
Ferdy Sambo Akan Hadiri Pemakaman Ibunda di Sulawesi? Ini Penjelasan Keluarga
-
Laboratorium Temukan Bakteri Berbahaya di Potongan Buah Naga Menu MBG
-
Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri