- Siang terlihat damai, namun subuh hingga dini hari kembali ricuh
- Mereka turun ke jalan membawa busur, senapan angin, hingga petasan berdaya ledak tinggi
- Camat Tallo, Ramli Lallo, menyebut konflik ini sudah berlangsung sejak 1989
SuaraSulsel.id - Perang antar kelompok kembali pecah di Kecamatan Tallo, Makassar, pada Selasa, 23 September 2025. Empat rumah dan satu mobil dibakar.
Sedikitnya empat orang juga dilaporkan terkena anak panah busur.
Bentrokan ini bukan peristiwa baru. Selama hampir sepekan terakhir, enam kelompok pemuda di wilayah ini saling serang hampir setiap hari.
Siang terlihat damai, namun subuh hingga dini hari kembali ricuh.
Yang terlibat berasal dari lorong-lorong yang sudah dikenal warga Makassar. Jalan Tinumbu Lorong 148, Jalan Kandea, Jalan Lembo, dan Jalan Layang.
Mereka turun ke jalan membawa busur, senapan angin, hingga petasan berdaya ledak tinggi.
Konflik Sejak 1989
Camat Tallo, Ramli Lallo, menyebut konflik ini sudah berlangsung sejak 1989. Artinya, 36 tahun sudah kekerasan itu berulang dari generasi ke generasi.
"Kami sudah beberapa kali mediasi, menghadirkan tokoh masyarakat dan polisi, tapi selalu pecah lagi," katanya.
Baca Juga: Heboh Kasus Pemukulan, Victor Luiz dan Warga Sepakat Damai: Saling Senyum, Saling Maaf
Upaya damai pun kerap berujung sia-sia. Bahkan saat warga Kelurahan Bunga Ejaya Baru dan Lembo dipertemukan pada 22 September 2025 malam, bentrokan kembali pecah hanya beberapa jam setelah pertemuan.
Menurut Ramli, aparat kerap berjaga pada malam hari. Namun menjelang subuh, saat pengawasan longgar, kelompok pemuda kembali bentrok.
"Tidak bisa diprediksi kapan pecah. Kadang habis damai, subuhnya sudah bakar motor lagi. Kemarin yang motornya ojol itu kasihan," ungkapnya.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi mengatakan perang bermula sudah sejak 36 tahun yang lalu. Kelompok pemuda punya dendam yang terus berulang hingga kini.
"Masyarakat sekitar bilang dendam lama, tapi penyebab dendamnya juga jujur kami tidak tahu. Ini yang sedang kami dalami," ucapnya, Rabu, 24 September 2025.
Info beredar penyebabnya soal dugaan adanya kartel narkoba. Namun, Syamsuardi enggan berspekulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
-
Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara
-
Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran
-
Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung