- Seorang WNA Filipina, Prescy Libanon Sono, dideportasi setelah 19 tahun tinggal ilegal di Sulut.
- Prescy meninggalkan suami yang merupakan WNI dan lima orang anak hasil pernikahan secara agama.
- Kisah deportasi Prescy viral dan menuai simpati luas dari netizen yang menyayangkan keputusan itu.
"Normanya, begitu terbukti pelanggaran, langsung deportasi. Tapi di sini ada lima anak, ada kehidupan keluarga, ada ikatan sosial. Itu yang jadi pertimbangan kami menerapkan pendekatan humanis,” ujar Kasi Intel Dakim Imigrasi Kotamobagu, Keneth Rompas.
Menjelang deportasinya, Prescy menegaskan kesiapannya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) jika diberi kesempatan.
Sebuah ironi, di saat hatinya telah sepenuhnya menjadi milik Indonesia, hukum memaksanya untuk kembali ke negara tempat ia lahir.
Kisah pilu ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan deportasi tersebut, mempertanyakan mengapa proses naturalisasi tidak dipermudah bagi seseorang yang telah hidup dan berkeluarga begitu lama di Indonesia.
"udah 19 thn, itu udah harusnya jadi WNI," tulis akun Bang Dauruk.
Komentar senada datang dari pengguna lain, "padahal kan udah nikah sama WNI dan udah lama juga menetap di Indonesia, sudah selayaknya pemerintah mempermudah untuk jadi WNI," timpal akun Istanto.
Netizen juga membandingkan kasus Prescy dengan proses naturalisasi pemain sepak bola yang dianggap lebih mudah. "19 tahun kalah sama naturalisasi pemain bola. padahal tinggal di permudah saja. karena udah SEMBILAN BELAS TAHUN LOH !!!! Setidak nya lihat ke keluarga nya. dia TINGGAL DISINI. bukan bolak balik luar negeri," ujar ayu ardianing.sih.
Kisah Prescy Libanon Sono menjadi potret buram tentang kompleksitas aturan keimigrasian di hadapan realitas kemanusiaan. Sebuah perpisahan yang meninggalkan luka dan pertanyaan besar tentang arti sebuah 'rumah' dan 'keluarga' yang terpisahkan oleh batas negara.
Baca Juga: Istri Tidak Percaya Brigadir Ridhal Ali Tomi Bunuh Diri Dalam Mobil Mewah
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua
-
DPRD Setuju Makzulkan Bupati Gowa, Kenapa Husniah Talenrang Belum Resmi Dicopot?
-
Kok Bisa Ratusan Ton Udang Asing 'Nyelonong' Masuk ke Indonesia?
-
Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI