Keterlibatan TNI terkonfirmasi melalui sebuah pesan singkat internal yang menyebutkan adanya instruksi langsung dari Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin.
Dalam instruksi tersebut, seluruh jajaran TNI diminta siaga di pangkalan masing-masing dan menyiapkan pasukan untuk mengamankan objek vital negara.
Pengerahan kekuatan TNI juga mencakup kesiapan unsur pendukung, mulai dari penempatan ambulans, kesiapan rumah sakit darurat di RS Pelamonia, hingga peralatan Pengendalian Huru Hara (PHH) dan unit penjinak bahan peledak (jihadak).
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membenarkan langkah pengamanan oleh TNI tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak Kodam Hasanuddin untuk mencegah kericuhan semakin meluas.
"Hari ini kita berkoordinasi dengan TNI agar pengamanan dilakukan secara berlapis supaya aksi tidak melebar," ujarnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kota Kendari Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini, Begini Penjelasan BMKG
-
Banyak Hadiah Mobil dan Motor! Cara Pemprov Sulsel Rayu Warga agar Taat Bayar Pajak
-
Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rutan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot
-
1,9 Juta Kendaraan di Sulsel Nunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp1,7 Triliun
-
Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..