Keterlibatan TNI terkonfirmasi melalui sebuah pesan singkat internal yang menyebutkan adanya instruksi langsung dari Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin.
Dalam instruksi tersebut, seluruh jajaran TNI diminta siaga di pangkalan masing-masing dan menyiapkan pasukan untuk mengamankan objek vital negara.
Pengerahan kekuatan TNI juga mencakup kesiapan unsur pendukung, mulai dari penempatan ambulans, kesiapan rumah sakit darurat di RS Pelamonia, hingga peralatan Pengendalian Huru Hara (PHH) dan unit penjinak bahan peledak (jihadak).
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membenarkan langkah pengamanan oleh TNI tersebut. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak Kodam Hasanuddin untuk mencegah kericuhan semakin meluas.
"Hari ini kita berkoordinasi dengan TNI agar pengamanan dilakukan secara berlapis supaya aksi tidak melebar," ujarnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Dari Sabrina hingga BRImo, Inovasi Layanan BRI Berbuah 36 Penghargaan
-
Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut
-
Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna
-
Maling Kabel Tembaga Berkedok Petugas PLN di Sigi Akhirnya Tertangkap
-
JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas