Andi Ahmad S
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 22:18 WIB
Penampakan Kantor DPRD Kota Makassar Dibakar Massa [Lorensia/Suara.com]

Kutipan mengerikan inilah yang menjadi justifikasi bagi massa di Makassar untuk menyalakan api perlawanan mereka.

Suara dari Kobaran Api 'Polisi Pembunuh!'

Di tengah kepulan asap dan panasnya api, teriakan-teriakan massa menggema, memberikan suara pada kobaran api tersebut.

Spanduk bertuliskan "Menuju Reformasi Jilid II, #PolisiPembunuh" dan "Aparat Melindas yang Tertindas" menjadi manifesto tertulis dari api yang menyala.

"Kami mengecam tindakan kepolisian atas jatuhnya korban seorang driver ojek online di Jakarta tadi malam," teriak seorang jenderal lapangan. "Aparat pembunuhan bukan penegak hukum!" serunya, seolah menjadi aba-aba bagi api untuk berkobar lebih tinggi.

Malam itu, api di Makassar bukan hanya sekadar elemen perusakan, tetapi telah bertransformasi menjadi simbol perlawanan paling visual terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More