SuaraSulsel.id - Sebagian lahan di Gedung Olahraga Sudiang dibanguni perumahan, bahkan dijual kepada masyarakat.
Padahal, lahan itu akan digunakan untuk membangun stadion dan sekolah rakyat.
Di atas lahan yang tercatat seluas 67 hektare tersebut, berdiri sedikitnya enam unit rumah. Pembangunannya sudah rampung, bahkan dua rumah telah dihuni pembelinya.
Seorang warga, Daeng Sikki mengaku pembangunan perumahan itu sudah berlangsung sejak sekitar lima tahun lalu.
Developer menawarkan rumah dengan harga relatif murah di awal, yakni sekitar Rp350 juta per unit.
Sertifikat dijanjikan akan diberikan setelah pembangunan rampung untuk meyakinkan pembelinya.
"Bahkan yang tinggal di sini sampai Rp700 juta uangnya habis karena beli tambahan tanah di samping dan direnovasi," kata Daeng Sikki saat ditemui di lokasi, Selasa, 20 Agustus 2025.
Ia menyebut, peringatan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebenarnya sudah pernah dilayangkan.
Namun, developer tetap melanjutkan pembangunan dengan cara masuk dari akses berbeda dan membawa bahan bangunan secara diam-diam.
Baca Juga: Stadion Sudiang vs Untia, Solusi Cerdas atau Pemborosan Anggaran?
"Mereka diam-diam masuk jebol pagar. Tidak lewat depan Dispora," jelasnya.
Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel, Andi Arwien Azis mengaku sudah bertemu dengan kuasa hukum pengembang perumahan tersebut.
Namun, mereka tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah. Bahkan tidak pernah menempuh jalur gugatan hukum.
"Kami sudah memanggil developer melalui kuasa hukumnya, tapi mereka tidak bisa membuktikan alas hak. Dengan keyakinan bahwa sertifikat Pemprov sah, kami lakukan penertiban sesuai SOP," ucapnya.
Arwien menyebut pemanggilan dan peringatan sudah dilakukan terhadap pemilik rumah. Bahkan diberikan waktu pembongkaran mandiri.
"Itu bentuk humanisme kami sepanjang ada itikad baik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank