Hal senada disampaikan Sekretaris DPD Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Sulsel, Yunus Genda.
Ia menyoroti pentingnya soliditas antar pelaku usaha agar tidak saling 'makan harga' yang berujung pada kerugian bersama.
"Kita butuh satu harga sebagai acuan bersama. Kalau terus jor-joran banting harga, akhirnya semua rugi. Dunia grafika ini sudah sangat antusias, jangan sampai hancur karena tidak kompak," ujarnya.
Menurut Yunus, dukungan PPGI yang telah hadir sejak 53 tahun silam sangat penting. Apalagi, perusahaan grafika di Makassar sudah berjumlah ratusan dan memiliki potensi besar untuk menopang industri kreatif dan UMKM secara lokal.
Momen Sinergi
Ketua penyelenggara dari More Media Bryan Arsaham menyebut pameran IAPGE bukan hanya ruang jual beli mesin dan teknologi terbaru.
Lebih dari itu, pameran ini menjadi momentum sinergi, khususnya di wilayah timur Indonesia.
"Makassar kini menjadi simpul ekonomi Indonesia Timur. Kami ingin mendekatkan solusi industri kepada pelaku usaha lokal," ujar Bryan.
Pameran ini menampilkan teknologi lintas lini. Dari garment, sablon digital, hingga mesin laser engraving dan pre-press finishing.
Baca Juga: Ekonomi Digital Tak Lagi Elit, Ibu Jamu Kini Melek QRIS
Hadir pula para penyedia mesin, distributor, serta perusahaan penyedia bahan pendukung, termasuk komunitas praktisi grafika yang turut memperkaya diskusi antar pelaku usaha.
Dengan hadirnya ratusan pengunjung, dari pelaku UKM hingga pebisnis besar, Bryan berharap IAPGE menjadi ruang temu antara kebutuhan dan solusi.
"Pameran ini mengajak kita semua untuk terus meng-upgrade diri. Ini tentang keberanian untuk beradaptasi, supaya tak tergilas oleh zaman," ujarnya.
Dalam industri yang bergerak cepat ini, teknologi bukan lagi sesuatu yang mahal dan jauh. Pameran IAPGE menunjukkan bahwa pelaku usaha di Makassar kini bisa menjangkau teknologi pencetakan terkini tanpa harus keluar daerah.
Pengunjung bisa bertanya langsung ke distributor, melihat demonstrasi, bahkan menjalin kemitraan strategis.
Tak berlebihan jika dikatakan, masa depan industri grafika di Indonesia Timur sedang bertumbuh dan Makassar menjadi panggungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
MBG Hilang dari Sejumlah Sekolah di Kota Makassar
-
Gubernur Sulsel Beri Bantuan Keluarga Ibu Helmi yang Viral Saat Penertiban di CPI
-
PMII Makassar Ancam Gelar 'Reformasi Total Jilid II', Ajak BEM dan Buruh Konsolidasi Besar-besaran
-
Update Terbaru SPMB Sulsel: Zonasi 2 Dibuka 17 Juni, Intip Syarat dan Kuota Barunya di Sini
-
100 Kader Posyandu Sulsel Dibekali 25 Keterampilan Dasar