SuaraSulsel.id - Kejadian tak biasa terjadi di Perumahan Bumi Pesona Pelangi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Seekor ular piton albino sepanjang empat meter ditemukan bersembunyi di dalam mesin mobil milik warga.
Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar dan berujung pada proses evakuasi dramatis yang dilakukan oleh Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.
Ular piton berjenis Albino Reticulated Python atau biasa disebut Retic Albino ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Akbar.
Ia melihat adanya gerakan mencurigakan dari bawah spakbor bagian depan mobilnya.
Setelah diperiksa, terlihat bagian tubuh ular yang cukup besar menyelinap ke dalam kap mesin mobil.
Merasa khawatir akan keselamatan diri dan lingkungan sekitar, Akbar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Damkarmat Kota Makassar.
Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan sigap oleh tim rescue.
"Ularnya panjangnya sekitar empat meter. Ini jenis albino retic, diduga peliharaan orang. Proses evakuasi butuh waktu setengah jam karena ular ini sempat melawan dan mengunci tubuhnya di dalam mesin mobil. Kondisinya juga sedang agresif," ungkap Muh Rahul, anggota Tim Rescue Damkarmat, pada Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: MIWF 2025: Festival Sastra yang Berani, Bahas Genosida, Krisis Ekologi, dan Kebebasan Berekspresi
Ular Diduga Peliharaan, Belum Ada yang Mengaku
Karena warna albino dan jenisnya yang langka, ular ini diduga kuat merupakan hewan peliharaan yang lepas dari kandangnya.
Namun, hingga saat ini belum ada warga yang mengaku sebagai pemilik ular tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak Damkarmat menyampaikan bahwa jika ada orang yang merasa sebagai pemilik sah ular tersebut.
Mereka harus melapor secara resmi kepada Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Muhammad Hasanudin.
"Kalau ada yang mengaku itu peliharaannya, harus melapor dulu ke Pak Kadis dan memberikan bukti-bukti kepemilikan. Itu sesuai arahan pimpinan kami," jelas Rahul kepada awak media.
Kerusakan Akibat Ular, Mobil Warga Harus Dibongkar
Dalam proses evakuasi ular piton ini, mobil milik warga terpaksa dibongkar sebagian, khususnya bagian mesin, karena ular menyelinap jauh ke dalam kompartemen mesin dan mengunci tubuhnya erat-erat.
Hal ini menunjukkan potensi kerugian materiil yang cukup besar apabila hewan seperti ular dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan.
"Ini juga jadi pelajaran penting, karena mobil warga sempat kami bongkar untuk keluarkan ular. Kalau tidak segera ditangani, bisa membahayakan dan juga menyebabkan kerusakan," tambah Rahul.
Imbauan untuk Pemelihara dan Komunitas Pecinta Ular
Terkait penemuan ular piton tersebut, Damkarmat Kota Makassar mengimbau secara khusus kepada masyarakat, terutama komunitas pencinta reptil atau pemelihara ular, untuk lebih bertanggung jawab menjaga hewan peliharaannya.
"Ini harus jadi perhatian serius. Memelihara ular bukan sekadar tren atau hobi. Harus ada tanggung jawab penuh agar hewan tidak berkeliaran dan mengganggu ketertiban serta kenyamanan lingkungan," tegas Rahul.
Kehilangan hewan peliharaan jenis reptil seperti ular bukan hanya persoalan pribadi, tetapi bisa berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan publik, khususnya anak-anak dan warga lanjut usia.
Diserahkan ke BKSDA Jika Tidak Diambil
Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada warga yang mengklaim sebagai pemilik ular, maka Damkarmat Kota Makassar akan menyerahkan ular piton tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan.
Penyerahan ke BKSDA bertujuan agar hewan ini dapat ditempatkan di tempat yang lebih aman, baik untuk ular itu sendiri maupun masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa memelihara hewan eksotis seperti ular membutuhkan tanggung jawab besar.
Bukan hanya soal makanan dan kandang, tetapi juga antisipasi jika hewan lepas dan mengganggu lingkungan sekitar.
Ular piton sepanjang empat meter bukanlah hewan kecil yang bisa dianggap sepele.
Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan kepanikan, kerusakan, bahkan risiko keselamatan jiwa.
Damkarmat Kota Makassar mengapresiasi warga yang sigap melaporkan kejadian ini dan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan, termasuk dari ancaman hewan liar atau peliharaan yang tidak terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone