Investigasi juga mengungkap keterlibatan admin IT ruang yang bertugas di lokasi ujian.
Berdasarkan rekaman CCTV, kata Ishaq, ditemukan bahwa salah satu admin menginstal aplikasi ilegal pada komputer ujian.
Aplikasi ini diduga memungkinkan soal dikerjakan dari luar lokasi ujian. "Ada indikasi ini bukan hanya pelanggaran dan kecurangan tapi tindak pidana.
Karena sejak awal kita sudah kerja sama dengan polisi, maka pihak kampus langsung menyerahkan ke polisi. Saat ini sedang proses hukum," tegasnya.
Ishaq menjelaskan bahwa terungkapnya kecurangan ini tidak lepas dari pengawasan ketat yang diterapkan pihak kampus sejak awal UTBK tahun ini.
Menurutnya, berbagai alat pendukung digunakan demi menjaga integritas ujian. Salah satunya pengacau sinyal atau jumper sinyal.
"Kami gunakan metal detector dan alat pengacau sinyal atau jumper sinyal. Ini membuat ruang ujian lebih steril," ujarnya.
Selain itu, sistem pengawasan juga dilakukan secara bertingkat. Tak hanya peserta, para pengawas ruang pun turut diawasi.
Upaya ini juga didukung oleh kerja sama dengan Unit Cyber Polda Sulsel. Kata Ishaq, setiap kejadian terus dikoordinasikan dengan panitia pusat.
Baca Juga: Gawat! Unhas Jadi Kampus Perundungan Kedokteran No. 1 di Indonesia, Faktanya Mencengangkan
"Pendekatan ini efektif membongkar kasus-kasus luar biasa yang terjadi hingga kasus tersebut ketahuan," ujarnya.
Meski pengusutan masih berlangsung, Ishaq menegaskan bahwa Unhas komitmen untuk menjaga integritas UTBK.
Sosialisasi dan pengawasan ketat terus dilakukan demi mencegah kejadian serupa di hari-hari ujian selanjutnya.
Diketahui bahwa Unhas mencatat peserta yang mendaftar pada UTBK 2025 ini mencapai 21.813 peserta.
Setelah dikompilasi, kehadiran hanya mencapai 96,32 persen.
Artinya, ada 803 orang yang tidak hadir, termasuk ada peserta asal Kalimantan yang diindikasi menggunakan joki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?