SuaraSulsel.id - Warga di sebagian wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sempat dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang terjadi pada Jumat, 4 April 2025, pukul 15.03 WIB.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar, gempa tersebut memiliki pusat berada di koordinat 2.08 Lintang Selatan dan 121.02 Bujur Timur, atau sekitar 58 kilometer barat laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Kedalaman pusat gempa tercatat cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Meski kekuatannya terbilang ringan, guncangan gempa sempat dirasakan oleh sebagian warga, terutama di daerah pesisir dan wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa.
Namun hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.
BMKG menyampaikan bahwa gempa yang terjadi bersifat tektonik dan bukan diikuti oleh potensi tsunami.
Hal ini disebabkan oleh magnitudo yang relatif kecil serta kedalaman yang dangkal, sehingga dampak getaran hanya dirasakan dalam skala ringan dan tidak meluas.
Respons Cepat Warga dan Pemerintah
Pasca gempa, warga Luwu Timur sempat keluar rumah sebagai bentuk antisipasi.
Baca Juga: Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
Meski begitu, situasi segera kembali normal setelah masyarakat menerima informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang setempat.
Aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur juga langsung bergerak cepat melakukan pemantauan di sejumlah titik.
Hasil pemantauan hingga sore hari menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.
"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan rumah atau fasilitas umum. Kami tetap siaga untuk mengantisipasi jika terjadi gempa susulan," ujar Kepala BPBD Luwu Timur dalam keterangan singkatnya.
Pentingnya Edukasi dan Kesiapsiagaan Gempa
Meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan kerusakan, BMKG kembali mengingatkan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya