Muhammad Yunus
Jum'at, 04 April 2025 | 15:37 WIB
Titik gempa bumi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat 4 April 2025 [SuaraSulsel.id/BMKG]

SuaraSulsel.id - Warga di sebagian wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sempat dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 yang terjadi pada Jumat, 4 April 2025, pukul 15.03 WIB.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar, gempa tersebut memiliki pusat berada di koordinat 2.08 Lintang Selatan dan 121.02 Bujur Timur, atau sekitar 58 kilometer barat laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kedalaman pusat gempa tercatat cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Meski kekuatannya terbilang ringan, guncangan gempa sempat dirasakan oleh sebagian warga, terutama di daerah pesisir dan wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa.

Namun hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.

BMKG menyampaikan bahwa gempa yang terjadi bersifat tektonik dan bukan diikuti oleh potensi tsunami.

Hal ini disebabkan oleh magnitudo yang relatif kecil serta kedalaman yang dangkal, sehingga dampak getaran hanya dirasakan dalam skala ringan dan tidak meluas.

Respons Cepat Warga dan Pemerintah

Pasca gempa, warga Luwu Timur sempat keluar rumah sebagai bentuk antisipasi.

Baca Juga: Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar

Meski begitu, situasi segera kembali normal setelah masyarakat menerima informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang setempat.

Aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur juga langsung bergerak cepat melakukan pemantauan di sejumlah titik.

Hasil pemantauan hingga sore hari menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan rumah atau fasilitas umum. Kami tetap siaga untuk mengantisipasi jika terjadi gempa susulan," ujar Kepala BPBD Luwu Timur dalam keterangan singkatnya.

Pentingnya Edukasi dan Kesiapsiagaan Gempa

Meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan kerusakan, BMKG kembali mengingatkan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat.

Tentang potensi gempa bumi, terutama di wilayah-wilayah yang termasuk zona seismik aktif.

Wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Luwu Timur, berada dekat dengan pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang aktif bergerak, sehingga rentan terhadap aktivitas gempa.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri jika terjadi guncangan lebih kuat.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.

Untuk memperoleh informasi yang akurat dan terkini, warga bisa mengakses aplikasi BMKG, situs resmi, atau media sosial resmi milik BMKG.

Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 yang mengguncang wilayah Luwu Timur pada Jumat siang menjadi pengingat bahwa Indonesia masih rawan terhadap bencana geologis seperti gempa bumi.

Meski tidak menimbulkan kerusakan, kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Ketenangan, kedisiplinan, dan informasi yang valid menjadi kunci agar masyarakat dapat merespons bencana secara tepat dan tidak panik.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan diberikan kekuatan menghadapi berbagai ujian alam.

BPBD Pantau Dampak Gempa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memantau dampak gempa bermagnitudo 5 yang mengguncang wilayah itu pada Jumat siang.

"Guncangan gempa tersebut terasa cukup kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Bayu Prahara, saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa bermagnitudo 5 itu terjadi pada pukul 13.59 WIB. Pusat gempa berlokasi di 8,43 lintang selatan dan 109,18 bujur timur atau 80 kilometer tenggara Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak percaya terhadap berita-berita hoaks karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan terus memantau dampak gempa tersebut di Cilacap mengingat pusat gempa cukup dekat dengan wilayah itu.

"Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. Semoga kondisi tetap aman dan kendali," kata Bayu.

Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara Hery Susanto Wibowo mengatakan jika dilihat dari lokasi episenter dan hiposenternya, gempa bermagnitudo 5 itu dipicu oleh subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Menurut dia, gempa tersebut dirasakan hampir di seluruh pesisir selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, serta pesisir selatan Yogyakarta dan pesisir selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Oleh karena itu, kata dia, wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jawa Tengah diimbau untuk tetap tenang dan waspada.

"Meskipun pusat gempa tersebut cukup dekat dan dangkal, sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada gempa susulan," katanya.

Load More