SuaraSulsel.id - Kepala Polisi Sektor (Polsek) Pelabuhan Soekarno Hatta (Soeta) Makassar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andi Sukmawati mengimbau.
Kepada pemudik yang akan pulang ke kampung menggunakan jalur laut agar mewaspadai modus calo tiket kapal laut.
"Diimbau kepada seluruh calon penumpang agar tidak mudah tergiur tawaran calo tiket. Apabila mengalami kendala pembelian tiket, silakan meminta bantuan langsung kepada petugas keamanan yang berjaga di pelabuhan," katanya di sela penyuluhan di Pelabuhan Makassar eks Soeta, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/3).
Ia menekankan kepada calon pemudik agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam modus yang dilakukan pelaku kejahatan.
Apalagi saat ini arus mudik lebaran sedang berlangsung hingga pekan depan.
Selain itu, bagi para pemudik yang berada di Pelabuhan Makassar menunggu kedatangan kapal laut diingatkan.
Agar waspada tindakan kriminalitas serta tidak mudah percaya membeli tiket ke calo karena dampaknya bisa tertipu.
Pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh calon penumpang membeli tiket secara resmi di loket penjualan tiket Pelni atau agen perjalanan yang terpercaya.
Tidak percaya dengan calo-calo di sekitar pelabuhan yang menjual tiket murah.
Baca Juga: Dari Rp99 Ribu Hingga Rp399 Ribu: Intip Kreasi Hampers Lebaran Unik di Makassar
Melalui gerakan penyuluhan ini, terus ditingkatkan selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 2025.
Guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang.
Tujuan dari penyuluhan itu untuk memberikan pemahaman kepada para calon penumpang.
Agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam menjaga barang bawaan masing-masing selama perjalanan.
Pihaknya juga bekerja sama dengan petugas pelabuhan dan instansi terkait dengan memperketat pengawasan.
Serta memberikan rasa aman bagi para calon penumpang yang akan mudik tahun ini menggunakan kapal laut.
"Kita harapkan para calon pemudik dapat melaksanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan bebas dari ancaman tindak kejahatan. Ingat, mudik aman, keluarga nyaman," katanya.
Sebelumnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni (Persero) memastikan siap mengangkut penumpang dari 12.450 kuota tiket dan mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada angkutan Lebaran 2025.
"Pelni siap menyukseskan program tiket gratis yang disediakan Kementerian Perhubungan dan Program Mudik Gratis dari sejumlah BUMN," kata Sekretaris Perusahaan Pelni Evan Eryanto di Jakarta.
Puncak Mudik
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang DKI Jakarta memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 2025 atau 1446 Hijriah di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara terjadi pada 29-30 Maret 2025.
"Puncaknya itu dan prediksi kami total penumpang sepanjang angkutan mudik ini mencapai 26.820 penumpang," kata Kepala PELNI Cabang DKI Jakarta Dicky Dermawan di Jakarta, Selasa 18 Maret 2025.
Menurut dia, dalam angkutan Lebaran ini, pihaknya sudah memulai tahapan sejak 16 Maret hingga 16 April 2025.
Ia mengatakan pada 29 Maret 2025 Pelabuhan Tanjung Priok kedatangan KM Labobar dengan 3.000 penumpang.
Kemudian, pada hari yang sama, pelabuhan terbesar di Indonesia ini juga kedatangan serta keberangkatan KM Tidar dengan penumpang 2.000 orang.
Lalu, pada 30 Maret KM Labobar dengan kapasitas 3.000 penumpang berangkat menuju Surabaya, Makassar, Baubau, Ambon, Banda,Tual, Dobo, hingga ke Wasior Papua.
Kemudian, pada hari yang sama, lanjutnya ada KM Tidar yang memiliki kapasitas 2.000 penumpang berangkat menuju Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba hingga Kupang.
Menurut dia, dalam menghadapi arus mudik ini pihaknya siap melayani penumpang yang akan berangkat mudik.
"Kesiapan armada siap dan 'docking' (perawatan dll) sudah dilakukan. Pokoknya dalam periode ini kita siap beroperasi menyukseskan program mudik ini," kata dia.
Pada arus mudik Lebaran 2025, BUMN Pelayaran ini menyiapkan total 55 kapal, yang terdiri dari: 25 kapal penumpang berkapasitas total 48.323 kursi dan 30 kapal perintis dengan kapasitas total 11.889 kursi.
Dengan demikian, total kapasitas yang disediakan mencapai 60.212 kursi.
Jumlah kapal penumpang yang disiapkan tahun ini menurun dibandingkan periode Lebaran 2024, karena saat itu mengoperasikan 26 kapal penumpang.
Penurunan itu karena insiden yang menimpa KM Umsini pada Juni 2024, sehingga kapal tersebut tidak beroperasi pada musim mudik tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Makassar Semarak Sambut Imlek, Ratusan Polisi Dikerahkan
-
Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
-
Selebgram Makassar Terseret Video Asusila dan Whip Pink, Polisi Kejar Penyebar
-
Inflasi Sulsel Tak Baik-baik Saja, Emas dan Skincare Jadi Biang Kerok Kenaikan Harga
-
Petani Laoli Luwu Timur Terancam Digusur untuk Kawasan Industri, LBH Laporkan Pemkab ke Komnas HAM