Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Kamis, 05 September 2024 | 12:26 WIB
Oknum Anggota TNI yang mengancam Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Tangkapan layar CCTV]

Tidak berhenti di situ, ia kemudian mendobrak pagar rumah dan berhasil masuk ke halaman. Ia terus berusaha mendobrak pintu ruang tamu, meskipun di dalam rumah ada dua anak Reni yang masih kecil, masing-masing berusia 7 dan 9 tahun.

Sambil mendobrak pintu, oknum tersebut juga mematikan dan menyalakan lampu, menambah suasana ketakutan di dalam rumah. Salah satu anak Reni memberanikan diri mengintip dari jendela, dan oknum itu bertanya dengan kasar tentang keberadaan ayah mereka.

Ketika dijawab bahwa ayah mereka sedang bekerja, oknum tersebut terus mengintimidasi anak-anak dengan pertanyaan lebih lanjut dan terus mencoba masuk.

Situasi semakin mencekam ketika oknum tersebut mematikan saklar lampu, membuat anak-anak Reni ketakutan dalam gelap.

Baca Juga: Viral Anak Buah Prabowo Dapat Ancaman Pembunuhan, Pelaku Berseragam TNI

Dalam video yang kemudian beredar, Reni memohon kepada Panglima TNI, KSAD, dan Panglima Kodam Hasanuddin untuk memberikan perlindungan kepada suami dan anak-anaknya dari tindakan kekerasan oknum anggota TNI tersebut.

Penjelasan Kodam Hasanuddin

Kapendam Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Mangapul Hutajulu membenarkan soal empat oknum anggota TNI AD yang mengancam menembak dan menculik warga di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Empat oknum itu merupakan anggota TNI AD Kodam XIV Hasanuddin. Kasus tersebut kini dalam proses penyelidikan.

"Iya, kejadiannya betul. Kasusnya tengah diproses dan penyelidikan," ujar Mangapul saat dikonfirmasi, Kamis, 5 September 2024.

Baca Juga: Viral Spanduk 'Menjaga Intoleransi di Pilgub Sulsel Penting"

Mangapul mengaku belum mengetahui identitas ke empat oknum di video yang beredar di media sosial, termasuk apa motifnya.

Load More