SuaraSulsel.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membantu mengurus pemulangan jenazah Syarif Aziz (47), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban pembunuhan di Mukah, Sarawak, Malaysia pada 11 Juni 2024.
"Kami membantu mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan ke BP2MI. Selanjutnya, BP2MI berkomunikasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Malaysia untuk disambungkan ke pihak keluarga," kata Kepala Disnakertrans Gowa Muhammad Sabir Bangsawan, Jumat 21 Juni 2024.
Dari informasi yang berkembang, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 11 Juni 2024 dan pihaknya baru mengetahui hal itu pada Sabtu, 15 Juni 2024, selanjutnya disampaikan kepada pihak keluarga.
Sabir menjelaskan, pemberangkatan korban ke Malaysia tidak terdata di Disnakertrans Gowa, sehingga dianggap ilegal. Namun demikian, pihaknya tetap memperhatikan dan bertanggung jawab membantu, walaupun keberangkatannya tidak resmi.
Keterangan tersebut diperoleh setelah tim mendatangi rumah duka di Jalan Bukit Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa.
Meski awalnya keluarga tidak terbuka siapa yang membawa korban dan bekerja dengan siapa, namun selang beberapa hari baru diketahui majikannya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban.
"Alhamdulillah, Insya Allah majikan bertanggung jawab sepenuhnya untuk itu, dalam rangka kepulangannya (jenazah). Namun tadi terakhir saya konfirmasi ke pihak keluarga korban bahwa kalau sudah dipulangkan, nanti kita sama-sama bagaimana mengawal kepulangan jenazahnya," papar Sabir.
Mengenai kapan jenazah almarhum dipulangkan, kata dia, informasi terakhir belum ada waktu yang tepat dari pihak perusahaan atau majikan. Namun apabila ada informasi terbaru akan disampaikan perkembangannya.
Adik kandung korban, Wandaniyah Aziz, menuturkan, istri korban putus kontak selama dua pekan. Belakangan diketahui Syarif yang bekerja sebagai supir pribadi di Sarawak sejak 2022 tewas karena dibegal orang tidak dikenal.
Baca Juga: Kisah Pilu TKI Asal Gowa, Tergeletak Tak Bernyawa di Jalanan Malaysia
Barang berharganya hilang seperti mobil, ponsel, uang, visa, KTP dan lainnya, hanya tersisa hanya paspor di tasnya.
"Komunikasi terakhir itu pada hari Minggu (9/6) malam sama istrinya. Besoknya sudah tidak ada kabar lagi. Pada hari Sabtu (15/6) pagi baru ada informasi dari berita sudah meninggal dunia. Barang-barangnya hilang semua kecuali paspor ada di tasnya," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua
-
DPRD Setuju Makzulkan Bupati Gowa, Kenapa Husniah Talenrang Belum Resmi Dicopot?