Muhammad Yunus
Kamis, 06 Juni 2024 | 17:41 WIB
Vivi (19 tahun) dan Asrul (19 tahun) ditangkap terkait kasus pembunuhan Tarima (66 tahun) [SuaraSulsel.id/Jatanras Makassar]

Setelahnya, Asrul mengecek denyut nadi korban untuk memastikan korban sudah meninggal.

"Asrul lalu keluar sementara Vivi membongkar lemari korban dan mengambil barang berharga berupa uang dan perhiasan," ucapnya.

Dari hasil penyelidikan, kata Devi, uang yang dicuri mencapai Rp20 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk memenuhi gaya hidupnya.

"Mereka mencuri Rp20 juta, tapi setelah dibelanjakan tersisa Rp16 juta lebih yang kita amankan. Uang itu dibelikan sepatu oleh Vivi dan diberikan ke Asrul sebagai hadiah," sebutnya.

Kata Devi, korban dan pelaku saling kenal. Bahkan sudah dianggap keluarga oleh korban.

Vivi juga bahkan sempat mengelabui penyidik. Dia menuduh beberapa orang sebagai pelaku.

"Sempat mengelabui penyidik dengan melempar ke beberapa orang. Tapi kita sudah memastikan bahwa pelakunya hanya berdua," ucap Devi.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 340 KUHP dan pasal 365 ayat 4 KUHP. Keduanya terjerat ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Pengusaha Sawit

Baca Juga: Perempuan Tewas Bersimbah Darah di Makassar Ternyata Pengusaha Kelapa Sawit

Tarima, warga Jalan Toddopuli, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tewas dibunuh pada Selasa, 4 Juni 2024. Ia merupakan seorang pengusaha kelapa sawit.

Ketua RT 01/RW 10 Kelurahan Borong, Mulyati, mengatakan Tarima tinggal seorang diri. Ia baru tiga bulan menetap di Jalan Toddopuli 18.

"Warga baru di sini. Dari keterangan keluarga, almarhumah pengusaha kelapa sawit di Topoyo dan baru-baru habis jual lahannya terus pindah ke sini," ujarnya saat ditemui, Kamis, 6 Juni 2024.

Kata Mulyati, sehari sebelum kejadian, Tarima baru saja membeli handphone dan peralatan rumah baru. Rencananya ia akan menggelar syukuran dan kurban pada Idul Adha nanti.

Namun, ia ditemukan tak bernyawa pada Selasa siang. Korban diduga dirampok, lalu dibunuh.

Saat kejadian, Tarima ditemukan oleh tetangganya bernama Hasnah. Kata Mulyati, awalnya Hasnah curiga sebab korban tidak kelihat sejak pagi hari.

Load More