SuaraSulsel.id - Sebuah SMK Negeri di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tidak memiliki siswa baru tahun ini. Bahkan tahun sebelumnya hanya ada 10 orang yang mendaftar.
"Di SMKN 1 Luwu tidak ada pendaftar sama sekali," ujar tim Juknis PPDB Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Muliyama, Kamis, 6 Juni 2024.
Proses penerimaan siswa baru untuk siswa SMK Negeri di Sulawesi Selatan sudah digelar pada 20-22 Mei 2024. Sementara pendaftaran ulang dilakukan pada 29-30 Mei 2024.
Pada saat proses daftar ulang, kata Muliayama, satu sekolah tidak punya pendaftar sama sekali. Sementara, hanya ada tiga SMK yang kuotanya terpenuhi.
"Padahal secara peralatan lengkap, tapi jarak sekolahnya lumayan jauh," ucapnya.
Menurutnya, ada banyak faktor yang menjadi sebab sekolah itu tidak mendapat peserta didik baru.
Salah satunya karena letaknya yang jauh dari pemukiman dan pusat kota.
"Lokasinya berada di atas, pinggir kota Belopa. Anak yang usianya sudah cukup untuk masuk sekolah menengah juga tidak ada di sekitar situ," ujarnya.
Ia melanjutkan Disdik pernah mengajukan agar sekolah tersebut sebaiknya diubah jadi SMP atau ditutup saja. Namun, masyarakat sekitar menolak.
Baca Juga: PPDB SMA di Sulawesi Selatan Berantakan Lagi
"Warga di sana menolak untuk ditutup. Tahun lalu siswa baru hanya ada 10 orang. Padahal peralatan lengkap semua," sebutnya.
Meskipun prihatin, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Kata Muliayama, kondisi itu tidak menyurutkan semangat para pengajarnya untuk tetap menghidupkan suasana proses belajar mengajar agar tetap menyenangkan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik