Ia menuturkan walau berbeda keyakinan, sepupunya bisa bersikap netral. Mereka tidak pernah membahas soal keyakinan dan memajang simbol-simbol agama di dalam rumah.
"Tidak ada simbol (seperti salib dan lukisan). Saya juga diberi tempat untuk sholat di rumah dan dibelikan hadiah ketika lebaran," ucapnya.
Nur mengaku bersyukur punya keluarga yang menjunjung tinggi toleransi beragama. Apalagi, ia lahir dari orang tua yang dulunya juga pernah berbeda keyakinan.
"Saya lahir dan tumbuh dewasa di keluarga yang berbeda agama. Dari situ saya belajar, mau islam atau kristen sama-sama mengajarkan untuk tetap berbuat baik kepada siapapun," ucapnya.
Dari kisah pasangan Astika dan Harun, dan Nur Fatimah mengajarkan kita bagaimana hidup berdampingan dengan perbedaan. Semangat kerukunan itu pula yang semestinya perlu terus dibangun oleh semua pihak.
Sebab, ibadah ramadhan 1445 H/2024 yang akan dilaksanakan sebentar lagi dan bertepatan dengan Hari Nyepi akan jadi momentum penting bagi semua umat beragama untuk menunjukkan kekhusukan beribadah dengan tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan
-
Berdiri Selama 20 Tahun, 3 Bangunan di Biringkanaya Akhirnya Dibongkar
-
Detik-Detik Pembunuhan Sekeluarga di Palu Terungkap dalam 34 Adegan Rekonstruksi
-
Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an
-
Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!