Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 12 Maret 2024 | 15:42 WIB
Foto udara salah satu lokasi yang terdampak banjir bandang akibat luapan Kali Lasolo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (7/3/2024) [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Fadlil mengatakan BPBD bersama pemerintah kota, provinsi hingga TNI-Polri, Basarnas, dan sejumlah elemen sosial lainnya seperti dari Universitas Halu Oleo, Forum Pengurangan Risiko Bencana kota/provinsi berjibaku membantu para korban banjir.

Dia mengatakan ada tiga posko dapur umum dibangun di tiga kelurahan yang sangat membutuhkan yakni di Kelurahan Kampung Salo. Dapur umum ini dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara, tapi logistiknya dipasok dari Dinas Sosial Kota Kendari.

Kedua, dapur umum di Kelurahan Sanua yang terletak di Jalan Lasolo. Dapur umum ini juga merupakan posko utama untuk menerima bantuan logistik dari berbagai pihak karena dikelola langsung oleh Dinas Sosial Kota Kendari.

“Kemudian dapur umum ketiga dibangun di Kelurahan Wua-Wua ada di wilayah Baito, kami sebutnya di sini wilayah Baito Kelurahan Wua-Wua ada di RW VI,” jelas Fadlil.

Baca Juga: 31 Korban Banjir di Kota Kendari Dievakuasi

Fadlil menambahkan meskipun banjir sempat melanda daerah tersebut yang mengakibatkan rumah warga terendam air hingga mencapai ratusan cm, bahkan RS Santa Anna Kendari hingga SMPN 2 Kendari juga terdampak, namun tak ada warga yang mengungsi.

“Banjir sudah surut, sekarang tinggal pembersihan saja di rumah rumah warga, baik itu lumpur maupun sisa sisa genangan. Kemarin masih gerimis kalau hari ini alhamdulillah cerah, mudah-mudahan tetap seperti ini, apalagi kan menghadapi awal puasa besok,” kata Fadlil.

Pemerintah Kota Kendari juga belum mengidentifikasi jumlah rumah warga yang rusak hingga total kerugian akibat bencana hidrometeorologi tersebut, karena sedang berupaya melakukan pembersihan dan mengangkut material dari banjir.

Load More